Let Your Customer Go

Adalah salah satu pembahasan dalam buku yang berjudul The Origin Of Brands karangan Al Ries dan Laura Ries. Pembahasan tersebut menurut saya pribadi merupakan suatu hal yang cukup kontroversial atau sangat bertolak belakang dengan pemikiran pebisnis pada jaman sekarang. Berikut adalah pembahasan yang diambil dari buku tersebut.

Customer loyalty is the most overrated aspect of marketing. In theory everybody wants to have loyal customers. But in practice, what does customer loyalty mean?
In practice, customer loyalty means that your customers are willing to do business with you even though they can buy the same protudcts or services at lower prices ( or better quality) some where else.

In the long run, your loyal customers tend to be your stupid customers. It may take a while, but when they find out they’ve been had, there’s usually a backlash. We used to be loyal customers of Delta Airlines, but with the advent of AirTran and JetBlue, we now realize that there is a fine line between loyalty and stupidity and we have crossed it.

There’sa strong analogy between the airline business and the automobile business. Each industry used to believe that they had to be all thins to all people. In the aftermath of the United and US Airways bankruptcies and the financial problems at American and Delta, the airline industry no longer believes the “everything for everybody”story.

In the future, you are likely to see an evolution in air travel where brands begin to have some meaning. Southwest, AirTran, and JetBlue are leading the way at the low end. Someday, we’ll se similar brands develop at the high end.
Will the automobile industry travel the same road? Eventually, yes, but it’s going to take a shocking event, like a major bankruptcy, to get the industry movin in a new direction.

Let them Go. Your best strategy for dealing with customers who want something new and different is to let them go to your competition. That way you keep the purity of the brand. That way you make sure your brand stands for something in the prospect’s mind.
Bagaimana menurut Anda?

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Perusahaan dan Lebaran

Lebaran dan puasa merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, khususnya bagi umat muslim di berbagai negara. Perusahaan tentu ingin mengambil bagian dalam merayakannya. Alasannya adalah karena pada bulan tersebut, terutama lebaran, konsumsi masyarakat akan meningkat drastis dibanding dengan sebelumnya walaupun terjadi peningkatan harga yang cukup signifikan.

Banyak perusahaan yang menggelontorkan biaya advertising yang cukup banyak untuk meningkatkan penjualan. Yang paling sering melakukan hal tersebut adalah perusahaan-perusahaan dalam industri telekomunikasi. Mereka mengeluarkan paket khusus lebaran untuk pelanggannya, terutama untuk menelpon dan mengirimkan pesan (SMS). Bagi perusahaan dalam industri lain, biasanya yang dilakukan adalah dengan mengucapkan selamat lebaran, berpuasa, dan sebagainya.

Saya pribadi ingin bertanya kepada pembaca mengenai penting atau tidaknya advertising perusahaan dan promosi pada saat lebaran. Pertimbangannya adalah sebagai berikut.

1. Lebaran hanyalah 1 hari dalam setahun. Apakah menurut Anda promosi besar-besaran akan mendongkrak profit sehubungan dengan peningkatan biaya advertising?
2. Apabila Anda sebagai konsumen, apakah Anda menginginkan perusahaan mengucapkan selamat lebaran? Apabila iya, bagaimana caranya?
3. Apakah Anda jadi ingin membeli produk perusahaan yang memberikan ucapan selamat?
4. Apakah Anda mengingat- ingat perusahaan yang tidak memberikan ucapan selamat?
5. Apakah Anda akan terus memakai produk perusahaan yang memberikan promosi produk?
Tolong dibantu didiskusikan ^^.. moga2 dapat bermanfaat bagi semuanya, dalam konteks kali ini, terutama adalah perusahaan.
Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List



Read more...

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Pada kesempatan ini, Business Knowledge ingin mengucapkan:
"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H"
Mohon maaf lahir dan batin.Mohon maaf kalau ada kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja ^^

Terima kasih.


Read more...

29 Leadership Secrets|Jack Welch



Untuk mendownload silahkan klik

Download Here

Silahkan juga melihat list ebook lain yang ada di website ini


Read more...

Winning|Jack Welch



Untuk mendownload, silahkan klik

Download Here


Silahkan juga melihat list ebook lain yang ada di website ini


Read more...

Yamaha|Corsa dan Lebaran 2009

Salah satu perusahaan yang menarik perhatian masyarakat pada lebaran kali ini adalah Yamaha. Yamaha bekerja sama dengan Corsa mengadakan kegiatan tukar tambah ban dengan harga yang terjangkau di Jalan Panjang Kedoya dan YAMAHA Flagship Store Cempaka Putih. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu ( 12 – 13 September 2009). Hanya dengan membayar sebesar Rp 25.000,00 , konsumen dapat mengganti 1 buah ban motor dengan ban yang baru.


Yamaha dan Corsa memberikan kuota, yaitu sebanyak 2000 ban setiap harinya. Namun, karena antusiasme konsumen yang sangat tinggi, kuota tersebut habis hanya dalam waktu dekat saja.

Menurut saya pribadi, program tersebut dapat dikatakan sukses karena dilancarkan pada waktu yang sangat tepat. Saya sendiri berada di sekitar Kedoya pada saat dilaksanakannya kegiatan tersebut. Sebetulnya, acara tersebut diadakan dalam skala yang cukup kecil, namun dengan publikasi yang baik. Dengan demikian, Yamaha dan Corsa dapat secara efektif dan efisien dalam rangka menyampaikan pesannya. Yamaha dan Corsa berharap bahwa acara tersebut dapat menjadi acara rutin tiap tahun.

Spesifikasi motor-motor mayoritas di Indonesia pada dasarnya sama. Perbedaan yang nyata adalah pada brand, perusahaan dan program yang dijalankan. Dengan mengadakan acara tukar tambah tersebut, Yamaha dan Corsa ingin menyampaikan pada konsumen bahwa mereka peduli terhadap keselamatan konsumen dan kualitas produk (service dan barang).
Yamaha, perusahaan yang memproduksi (rakit) motor, mengerti bahwa konsumen tidak hanya mencari motor saja, tetapi juga produk-produk lainnya. Kali ini, yang dibidik oleh Yamaha adalah ban. Namun kita mengetahui bahwa Yamaha bukanlah perusahaan yang spesialis dalam pembuatan ban. Oleh karena itu, Yamaha menggandeng Corsa dan membuat program bersama.

Dengan demikian, dapat diperoleh hasil yang maksimal untuk kedua brand tersebut.Saya sendiri sudah mendengar teman-teman saya membicarakan mengenai keunggulan Yamaha tersebut dan teman- teman saya yang menggunakan Yamaha menjadi bangga dan merasa memilih pilihan yang tepat (menurut mereka). Sebagai informasi, telah terdapat komunitas/ group pengguna Corsa di Facebook.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Tips to Increase Observation Skill

Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan penggunaan kekuatan / daya mengamati seseorang sehingga dapat dengan lebih jeli melihat suatu kesempatan, informasi yang tidak dapat dilihat oleh orang lain.

Untuk meningkatkan suatu skill, kuncinya adalah dengan melakukan / menggunakan skill tersebut sesering mungkin. Dengan demikian, dapat diperoleh hasil yang berbeda.

Berikut adalah beberapa cara meningkatkan observation skill

1. Setiap berpapasan dengan seseorang, perhatikan mata mereka (lakukan eye contact) dan coba melakukan scanning

2. Setiap kali berbicara dengan seseorang, lakukan eye contact dan perhatikan body language mereka, ciri khas dan keganjilan tertentu yang ada pada mereka. Amati body language, bola mata (eye accessing cue)dan cobalah untuk mengerti apa maksud dari gerakan2 tersebut

3. Amati suatu barang yang ada pada lingkungan sekitar. Yang diamati dapat berupa ciri khas, asal usul benda tersebut, bahan,ukuran,kegunaan, dan sebagainya. Cobalah untuk mengamati sebanyak mungkin point yang terdapat pada benda tersebut untuk menghindari adanya informasi yang terlewat

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List



Read more...

How to Choose Brand Name

Terdapat pertanyaan yang muncul pada postingan sebelumnya yang berjudul brand as a strategy mengenai cara memilih nama brand yang baik.Semoga dalam postingan kali ini, pertanyaan tersebut dapat terjawab

Dalam memilih nama suatu brand, yang pertama kali harus dilakukan adalah mengenal secara mendalam mengenai seluk beluk suatu produk, baik cara penggunaan, fungsi / manfaat, tujuan, bahkan hingga bahan penyusun produk tersebut.

Setelah mengenal mengenai produk, lakukan searching di internet atau lihat daftar brand pada organisasi pengelola brand tentunya untuk melihat nama brand pada kategori yang ingin dimasuki.

Apabila bisnis yang akan dijalankan adalah bisnis dengan skala internasional, maka jangan gunakan nama brand yang memiliki arti yang buruk dan menimbulkan image negatif. Nama tersebut juga harus simple, enak didengar dan mudah diingat. Brand tersebut dapat terdiri dari 1 kata atau lebih.

Beberapa cara yang digunakan untuk menamakan brand misalnya:

1. Gunakan fungsi, bahan, tujuan, sifat suatu produk dalam nama brand. Misalnya, Aqua (yang sebenarnya artinya adalah air). Burger King adalah nama yang sederhana bukan? Tp konsumen akan mengetahui apa bisnis yang dijalankannya, mudah menangkap artinya, dan mudah mengingatnya.

2. Sebaiknya menggunakan kurang dari 4 kata untuk memudahkan konsumen dalam hal mengingat. Apabila menggunakan 3 kata, dapat digunakan singkatan. Contoh, BCA (Anda mengetahui sendiri singkatan BCA). Dan sebaiknya mencantumkan kepanjangan dari brand tersebut. Tapi bagaimana dengan ABC? Ketika membaca brand ABC, apakah Anda mengetahui kepanjangannya? Dan produk ABC sebenarnya identik dengan apa? Jawabannya akan bervariasi

3. Penambahan kata2 yang sebenarnya tidak memiliki arti sehingga enak didengar. Contoh Jco. Mungkin banyak yang tidak mengetahui arti brandnya, tp brand tersebut identik dengan donut ^^.

4. Pengulangan kata-kata . Misalnya adalah Burger Blenger, burger klenger, Crispy Cream ( bacanya mirip2). Biasanya dipakai untuk produk makanan

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

New Record|Transjakarta Busway

Kali ini yang akan ditulis adalah mengenai pengalaman pribadi saya pada tanggal 7 September 2009 pukul 08.00 WIB di terminal Transjakarta jalur Grogol - Lebak Bulus.

Pukul 07.50 saya membeli karcis di terminal grogol dan segera menuju ke terminal arah Lebak Bulus. Saya mulai mengantri pukul 08.00. Di sana sudah berkumpul sekitar 40 penumpang yang mengantri. FYI, pagi hari ini cukup terik, ditambah dengan penuhnya antrian sehingga udara menjadi panas dan pengap.

15 menit menunggu, saya tidak tahan dan kemudian duduk di kursi. Antrian pun bertambah karena biasanya jam 08.00 adalah jam yg dipenuhi dengan orang yang ingin pergi bekerja. Beberapa bus transjakarta lewat, namun yang lewat adalah bus jurusan harmoni, kalideres.

15 menit kemudian, 1 bus pun yang ke arah Lebak bulus belum kunjung tiba. Saya tidak tahan dan menyingkir dari antrian dan berbicara pada petugas kebersihan. Alasan yang diberikan pada awalnya adalah macet di Taman Anggrek. Namun saya berkata bahwa banyak bus yang lewat dan jalurnya tidaklah macet. Kemudian dia berkata bahwa alasan utamanya adalah tidak teraturnya penjadwalan, terutama pengisian BBG. BBG yang seharusnya diisi malam hari, malahan diisi pagi hari. Dan petugas kebersihan tersebut meminta maaf kepada saya atas keterlambatan.

Untuk informasi, mayoritas antrian adalah beragama Islam dan hanya 10% yang bukan. Kebanyakan dari mereka tidak membawa tissue sehingga keringat pun bercucuran seperti biji jagung (bener2 gede lho).

Pas setelah saya berbincang dengan petugas kebersihan,1 bus yang ke arah lebak bulus datang. Berita buruknya, semua bangku sudah terisi penuh dan beberapa penumpang berdiri. Bagaimana dengan penumpang dari Grogol? Semuanya berebutan masuk... kurang lebih 100 orang memenuhi transjakarta hingga pintu pun sulit ditutup.

saya tidak kebagian dan harus menunggu lagi ><. 15 menit kemudian, datang 1 bus lagi dang mengangkut penumpang hingga penuh ( pintu susah ditutup lagi). Saya tidak kebagian lagi.. sumpah apes banget.

Namun sekarang saya berada di dekat dengan pintu ^^.. kali ini pasti dapet. 5 menit menunggu akhirnya datang bus yang masih sangat kosong. Akhirnya dapet juga.
Total waktu yang dibutuhkan dari menunggu di terminal hingga naik ke bus adalah 50 menit 48 detik. itu adalah REKOR BARU saya, yang sebelumnya hanya 20 menit. Itu tembus rekor muri ga ya?

Pasti muncul pertanyaan dari pembaca, lho kok bisa tau waktunya? ya, saya mengunakan stopwatch.

Bulan ini adalah bula yang suci bagi yang beragama Islam. Bagi yang mengalami penderitaan yang sama dengan saya, saya doakan (menurut agama masing-masing) supaya puasanya tetap jalan yah. Sabar mendatangkan anugerah. Semoga pahala yang kalian dapatkan berlipat ganda (menurut agama dan kepercayaan masing-masing)

Bagi pengelola Transjakarta, ini bukan untuk menjelek-jelekkan, tapi menceritakan pengalaman pribadi. Cerita ini dapat menjadi input berharga atau menjadi racun (tegantung dari penerimaan masing-masing).

Akhirnya saya sampai di tujuan pukul 09.50 WIB. FYI, saya kuliah pukul 09.00. Miris sekali


Read more...

Brand as a Strategy

Brand sendiri memiliki arti trademark yang dimiliki oleh suatu perusahaan atas produk yang dikeluarkannya.

Brand digunakan oleh suatu perusahaan sebagai penanda atau pembeda antara suatu produk dengan produk lain yang sejenis. Walaupun terkadang suatu produk identik dengan produk lainnya, haga yang ditawarkan akan berbeda. Alasannya adalah karena nilai brand yang satu dengan yang lain berbeda. Contoh yang paling terlihat adalah air minum (air putih) dalam kemasan. Beberapa dari mereka memiliki kemasan yang berbeda-beda, namun pada dasarnya mereka berisikan air yang sama. Namun lucunya, terkadang konsumen merasakan bahwa air dari brand 1 lebih enak dari brand lainnya, walaupun saya mengetahui bahwa keduanya diproduksi di pabrik yang sama.

Demikianlah kekuatan brand hingga dapat merubah persepsi seseorang terhadap suatu produk. Bahkan konsumen sendiri yang membedakan kedua produk tersebut, padahal kedua produk tersebut memiliki spesifikasi yang sama.

Pemilihan nama suatu brand merupakan strategi yang terpenting bagi kelangsungan brand tersebut. Ini adalah kesimpulan yang saya dapatkan ketika mengamati brand produk-produk yang ada.

Beberapa tahun yang lalu, sempat muncul permen yang memiliki nama yang sangat unik, yaitu Pentile. Permen tersebut sebenarnya memiliki konsep yang unik, rasa , dan bentuk yang menarik. Namun sayangnya, tidak bertahan lama karena nama yang dipilihnya. Dalam benak konsumen, brand tersebut mendapatkan image yang negatif, apalagi di kalangan orang tua. Walaupun nama tersebut cukup iseng dan kreatif namun hanya dapat menarik konsumen untuk mencoba beberapa kali saja. Mengapa produk tersebut tergolong berkualitas? Alasannya adalah karena baru-baru ini, saya mencoba brand perusahaan lain yang memiliki bentuk yang sama. Dan penjualan dari produk tersebut pun terbilang baik.

Nama lah yang membedakan sebuah produk dengan produk lainnya dan nama lah jembatan awal agar konsumen tetap setia.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...