Sub Branding

Sub Branding merupakan konsep yang sudah lazim digunakan di Indonesia. Sub Branding adalah ketika brand perusahaan dimasukkan ke dalam package / advertising suatu produk walaupun produk itu memiliki brand lain. Misalnya Pepsodent yang ikut menyertakan nama Unilever. Biasanya ditulis dengan kata “diproduksi oleh”,dll.

Keuntungan yang diperoleh dari melakukan sub-branding adalah:
1. Nama perusahaan yang diikutsertakan dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk sehingga meningkatkan penjualan
2. Nama perusahaan tersebut diharumkan jika produk tersebut sukses
3. Memenuhi tuntutan pemegang saham, karena biasanya mereka menginginkan nama perusahaan tersebut dicantumkan

Namun penempatan sub-brand tersebut harus dipertimbangkan dengan seksama, karena dapat mengakibatkan efek yang negatif. Bisa saja brand perusahaan yang sudah lama terbangun menjadi tidak fokus dengan penambahan lini produk baru, demikian sebaliknya.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Specialist's Advantages

Sebelumnya telah dibahas dalam postingan yang berjudul Spesialisas|Generalisasi mengenai keuntungan dan kerugian menggunakan kedua belah cara. Namun secara keseluruhan saya lebih menyukai strategi spesialisas, bukan generalisasi. Semakin banyak produk yang dimiliki, maka perusahaan akan kehilangan fokus. Dengan demikian, terdapat peluang perusahaan untuk mengklaim bahwa ia adalah spesialisasi pada satu produk tertentu.

Apabila Anda menanyakan, “Apa keuntungan yang dimiliki oleh perusahaan yang melakukan spesialisasi?” maka jawabannya adalah sebagai berikut:

1. Spesialis dapat fokus ke 1 produk, sehingga spesialis dapat dengan konsisten dan mudah menyampaikan message ke konsumen.

2. Dalam benak konsumen, spesialis dianggap lebih kompeten pada bidang tertentu daripada perusahaan yang general. Misalnya, dalam dunia kedokteran, dokter spesialis akan lebih dianggap ahli (pada bidangnya) dibandingkan dokter umum. Walaupun mungkin fakta mengatakan sebaliknya. Namun, dengan mendapatkan kesimpulan sementara (anggapan bahwa spesialis lebih ahli) dari konsumen, maka konsumen akan lebih mencoba spesialis daripada generalis.

3. Apabila spesialis tersebut adalah first mover di marketnya dan message sudah tersampaikan dengan baik ke konsumen, maka posisi perusahaan tersebut akan menjadi lebih kuat dibanding generalis. Terdapat kemungkinan yang lebih kecil untuk digeser posisinya ketimbang generalis.( Belum ada yang dapat menyaingi intel)

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Selamat Berpuasa

Edwin dari http://businessknowledges.blogspot.com mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Semoga mendapatkan pahala yang berlipat ganda,

Terima kasih


Read more...

Eye Accessing Cue|Self Improvement

Sebenarnya, Eye Accessing Cue ini merupakan salah satu materi dari NLP (Neuro-Linguistik Programming) yang banyak digunakan untuk mengetahui seseorang dengan lebih dalam. Dilakukan dengan cara melihat atau mengamati mata seseorang / lawan bicara. Dalam keseharian ataupun dalam dunia bisnis, teknik ini dapat digunakan untuk memahami lawan bicara dan membuat rapport (secara sederhana dapat dikatakan menjalin hubungan/keterikatan yang positif).
Posisi mata lawan bicara menunjukkan bahwa lawan bicara tersebut sedang mengakses salah satu representasinya. Representasi seseorang berupa auditory,visual dan kinestetik. Berikut adalah gambar yang memudahkan untuk menghafal.




Penjelasan :
V : Posisi mata lurus menjelaskan bahwa lawan bicara sedang mengakses representasi visual , yaitu mengingat gambar atau berimajinasi( membuat gambaran tertentu)
Vr : Lawan bicara mengakses representasi visual, yaitu mengingat gambaran. Misalnya mengingat peta jakarta,dll
Vc : Lawan bicara sedang membangun atau membuat gambaran tertentu (visual). Misalnya ingin membuat design rumah,dll.
Ar : Lawan bicara mengakses representasi auditory, yaitu mengingat kata-kata yang pernah didengar sebelumnya (masa lalu)
Ac : Lawan bicara sedang mencoba untuk membuat atau merancang kata-kata untuk diucapkan (auditory)
K: Lawan bicara sedang mengakses representasi kinestetiknya, yaitu ketika lawan bicara merasa tersentu atau merasakan emosi tertentu.
Aid : Lawan bicara sedang berbicara dalam hati
Demikian merupakan Eye Accessing Cue, semoga dapat membantu dalam meningkatkan kuailtas hubungan / relationship ^^


Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Strategic Square|Marketing Warfare by Jack Trout

Dalam bukunya yang berjudul Trout on Strategy, dijelaskan bahwa ada 4 tipe strategi yang dapat diambil oleh suatu perusahaan dalam menghadapi kompetitor. Jack Trout menekankan bahwa agar dapat berkembang, suatu perusahaan harus mengubah orientasi perusahaan menjadi competitor oriented (berorientasi kepada kompetitor) dan bukan consumer oriented.

Alasannya adalah karena setiap perusahaan yang ada, pada dasarnya memiliki konsumen yang serupa, bahkan cenderung sama. 1 individu masyarakat dapat menjadi konsumen dari berbagai merek / brand perusahaan. Bayangkan Anda berada dalam posisi konsumen dan bayangkan apa yang terjadi apabila semua perusahaan berorientasi pada Anda (konsumen). Maka Anda akan menganggap semua perusahaan adalah sama. Dalam Marketing Warfare karangan Jack Trout dikatakan bahwa market/ pasar adalah medan perang, kompetitor adalah musuh dan yang diperebutkan adalah benak atau pemikiran konsumen.
Dalam Strategic Square terdapat 4 strategi, yaitu:

1. Defensive Warfare

Merupakan strategi yang dilakukan oleh market leader (dalam benak konsumen). Cara-cara yang dilakukan adalah dengan menjaga market share yang ada ( menghadapi serangan kompetitor) dan terus melakukan inovasi dengan mengeluarkan ide-ide baru.
Apabila suatu perusahaan telah menjadi market leader, biasanya perusahaan besar tersebut memiliki suatu penyakit yang kronis, yaitu enggan untuk berubah. Mereka merasa bahwa sistem/ ide yang ada telah terbukti berkualitas sehingga jarang mengganti atau memodifikasi sistem/ ide tersebut dengan ide yang baru. Namun dengan defensive strategy, perusahaan dituntut untuk selalu memodifikasi diri dengan ide-ide yang baru ( yang mendukung).

2. Offensive Warfare

Strategi ini biasa dilakukan oleh perusahaan yang memiliki peringkat 2 atau ketiga dalam pasar. Tujuannya adalah untuk menggeser posisi leader pada market. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyerang market leader adalah denan menggunakan teknologi baru.

3. Flanking Warfare

Para perusahaan / pemain baru atau pemain kecil dalam suatu pasar dapat menggunakan strategi flanking ini untuk memperbesar usaha. Tujuannya adalah untuk menghindari pertempuran dalam suatu pasar. Biasanya yang dilakukan adalah dengan berpindah ke segment yang baru yang derajat kompetisinya rendah atau bahkan hampir tidak ada. Mungkin dapat digunakan blue ocean strategi agar tidak terjadi persaingan untuk sementara waktu.

4. Guerrilla Warfare

Prinsip utama Guerrilla strategi adalah mencari market yang kecil untuk dijaga dengan baik layaknya ikan besar di kolam yang kecil. Tujuannya adalah untuk mengamankan diri dari pertempuran sehingga dapat menghimpun kekuatan dan bertempur di lain hari.

Apa strategi yang sesuai dengan perusahaan Anda?

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Marketing Guru List

Bagi yang berminat pada bidang marketing, di bawah ini adalah list beberapa marketing guru yang berperan penting dalam dunia marketing dan sedikit keterangan mengenai beliau. Silahkan membaca autobiografi dan buku-buku beliau-beliau untuk mendapatkan pengetahuan mengenai marketing

Philip Kotler

Philip Kotler is Professor of Marketing at J.L.Kellog Graduate School of Management, Northwestern University, Illinois. Marketing thought leader for over three decades. Popularised the "4 Ps of marketing". Author of Marketing Management, The New Competition, Marketing Models,The Marketing of Nations , and Kotler on Marketing.
Biography: www.kellogg.northwestern.edu/faculty/bio/Kotler.htm
Kotler's Homepage: www.kotlermarketing.com

David Ogilvy

David Ogilvy is the man who virtually invented advertising as we know it today. His book Ogilvy on Advertising is pretty much a "how to" book on print advertising copy writing and is an absolute "must read" by anyone who wants to learn the art of advertising.
See reviews and read a couple of chapters of the book on Amazon.com.
www.marketers-hall-of-fame.com/1-david-ogilvy-marketing.html
www.ogilvy.com/history

Michael Porter

A highly esteemed Professor at Harvard Business School, Michael Porter is a leading authority on competitive strategy and the competitiveness and economic development of nations, states, and regions. Author of Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors, Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance, and The Competitive Advantage of Nations (which developed a new theory of how nations, states, and regions compete and their sources of economic prosperity).

Also author of numerous articles and papers, including: Strategy and the Internet, The Competitive Advantage of Corporate Philanthropy, Industry Transformation, What is Strategy?, From Competitive Advantage to Corporate Strategy, End Game Strategies for Declining Industries (with Kathryn Harrigan), How Competitive Forces Shape Strategy, and Note on the Structure of Industries
Overviews of some of Porter's work:
Many Worlds knowledge network
Fast Company
Harvard Business School's Institute for Strategy and Competitiveness, led by Porter: http://www.isc.hbs.edu/
Harvard Business School's Profile of Michael Porter

Derek F Abell


Derek Abell is founding President of European School of Management and Technology (ESMT) in Berlin. Not so well known, but an HBS contemporary/precursor of Michael Porter. Established leading insights into the business fundamentals driving marketing strategy.

Great analysis of how to answer the very basic question of "what business are we in?" in his book Defining the Business - the Starting Point of Strategic Planning, and the techniques described here which has been widely adopted. Also wrote Strategic Market Planning - problems and analytical approaches (with John Hammond).
ESMT Profile of Derek F Abell

James (Jim) Collins


If you believe a company's mission is intimately correlated with the company's marketing strategy, then Jim Collins has had a huge impact on the way corporations approach the marketing big picture. Author of Good to be Great, and of the earlier book Built to Last - Successful Habits of Visionary Companies (with Jerry Porras). Built to Last, based on 6 years research, argued that long lasting companies share a common trait: an almost cult-like devotion to a "core ideology" or identity, and active indoctrination of employees into "ideological commitment" to the company. The emergence of senior management roles with titles such as "Director of People and Brand" and "Director of Organisational Renewal" has resulted from this work. Good to Be Great continues this idea, and mixes it with insights about how existing and aspiring executive managers sometimes evolve into becoming great leaders. Links to many other publications and ideas on his website:
www.jimcollins.com

Gary Hamel

Gary Hamel is an influential business strategist and a visiting Professor of Strategic and International Management at the London Business School. Author of Competing for the Future, Leading the Revolution, and Competence Based Competition (with Aimé Heene). His company Strategos consults on business innovation. Gary Hamel currently writes the Wall Street Journal blog: Gary Hamel’s Management 2.0
www.garyhamel.com
www.strategos.com

Regis McKenna


Considered the marketing guru of Silicon Valley, Regis McKenna is a well-known technology marketing consultant, advisor to entrepreneurs, venture capitalist and author. Over the past 30 years, he advised and consulted many of the leading Silicon Valley entrepreneurs helping them develop their marketing infrastructures.
Regis McKenna helped launch some of the most important technological innovations of the last thirty years including the first microprocessor (Intel Corporation), the first personal computer (Apple Computer), the first recombinant DNA genetically engineered product (Genentech, Inc.), and the first retail computer store (The Byte Shop). His book, Relationship Marketing, was a pioneering work in the concept of one-to-one marketing. Regis McKenna was the author of the Apple Macintosh Product Introduction Plan in 1983.

His most recent book, TOTAL ACCESS, Giving Customers What They Want in an Anytime, Anywhere World, published by Harvard Business School Press in March 2002, addresses the future of marketing as computers and the network do most of the work, from data gathering to customer care and response. The marketing function disappears into a network of relationships and responsibilities between man and machine throughout the value chain. Total consumer access to-and interaction with-the marketplace replaces the archaic broadcast model.
www.regis.com

Clayton Christensen

Clayton Christensen is a thought-leader for his work on innovation and its ability to disrupt successful business strategies or create competitive advantage, particularly in mature markets. The themes of his original work are the impact of disruptive technologies and innovation waves. Professor of Business Administration at Harvard Business School and principal of consulting firm Innosite. Author of: The Innovator's Dilemma, The Innovator's Solution, Innovation and the General Manager, and Seeing What's Next (with Scott Anthony & Erik Roth). Disruptive innovation principles are summarized at: www.innosight.com/template.php?page=basics
Christensen page at Harvard Business School Publishing website
www.claytonchristensen.com
www.innosight.com

Theodore Levitt


Theodore Levitt was Professor of Business Administration Emeritus at the Harvard Business School and former editor of the Harvard Business Review. Most recently an "ally" at consulting firm Hamilton Co. Professor Levitt was at his most prolific 20 years ago, but is still vastly influential.

Author of The Marketing Imagination, and numerous thought-leading Harvard Business School articles including The Globalization of Markets (link to recent seminar), Marketing Myopia , Marketing Intangible Products and Product Intangibles ("Brand" starts here, if you think about it), Marketing Success Through Differentiation - Of Anything , Exploit the Product Life Cycle. Credited with coining the phrase "globalization", in his The Globalization of Markets article.
Theodore Levitt's obituary in Business Week June 2006
Theodore Levitt's obituary and profile at Harvard Business School

Geoffrey Moore


Geoffrey More is the author of Crossing the Chasm, Inside the Tornado, The Gorilla Game, and Dealing with Darwin: How Great Companies Innovate at Every Phase of Their Evolution. He is the leading thinker and practitioner on marketing and selling technology products, currently consulting to many absolute industry leaders. Articles include Darwin and the Demon: Innovating Within Established Enterprises and Bridging the Chasm Between Volume and Complexity.
Geoffrey Moore's biography
www.tcg-advisors.com
www.chasminstitute.com
www.chasmgroup.com

Al Ries

Al Ries is the author of Positioning: The Battle for Your Mind (with Jack Trout), Marketing Warfare (with Jack Trout), Bottom Up Marketing (with Jack Trout), The 22 Immutable Laws of Marketing (with Jack Trout), Focus, The 22 Immutable Laws of Branding, and The Fall of Advertising and the Rise of PR. With Jack Trout, Al Reis is commonly thought of as the father of "Positioning". Both are thought leaders in marketing strategy.
www.ries.com

Jack Trout

With Al Reis, Jack Trout is commonly thought of as the father of "positioning". Both are thought leaders in marketing strategy. Came up with original concept of "positioning" in 1969. Books includeThe New Positioning, Positioning: The Battle for Your Mind (with Al Ries), Differentiate or Die – Survival in Our Era of Killer Competition, Marketing Warfare (with Al Ries), Bottom Up Marketing (with Al Ries), The 22 Immutable Laws of Marketing (with Al Ries), Big Brands Big Trouble.
www.troutandpartners.com

Neil Rackham

Neil Rackham is widely credited with bringing research and analytical methods to the field of sales force management. Founder and CEO of Huthwaite, Inc, a leading sales consulting, training and research firm. Author of:Spin Selling, Major Account Sales Strategy, Managing Major Sales, Getting Partnering Right (with Larry Friedman and Richard Ruff), Psychology of Negotiating, and Rethinking the Sales Force (with John De Vincentis).
http://gtmpartners.com
www.huthwaite.com
www.neilrackham.com

Larry Friedman

Larry Friedman is widely credited with establishing go-to-market strategy as a corporate focus. He is a pioneer in multi-channel integration, and an expert on sales channel strategy. Managing Consultant at LGF Group. Author of Go To Market Strategy, The Channel Advantage, and of Getting Partnering Right (with Neil Rackham and Richard Ruff).

David A. Aaker


David Aaker is Vice-Chairman of Prophet, Professor Emeritus of Marketing Strategy at the Haas School of Business, University of California at Berkeley, Advisor to Dentsu, Inc., and a recognized authority on brands and brand management. Author of Strategic Market Management , Building Strong Brands , The Lure of Global Branding , Building Brands Without Mass Media , Brand Leadership, and Managing Brand Equity .
Haas School of Business, UC Berkeley's profile of David Aaker
www.davidaaker.com

Jay Conrad Levinson

Jay Conrad Levinson is widely regarded as being the "inventor" of Guerrilla Marketing (or at least of putting a name to certain strategies and tactics). He has written a series of books on the subject, including The Guerrilla Marketing Handbook (Guerrilla Marketing) , Guerrilla Marketing Excellence: The 50 Golden Rules for Small-Business Success (Guerrilla Marketing) , Guerrilla Marketing, 4th edition: Easy and Inexpensive Strategies for Making Big Profits from Your Small Business, and Guerrilla Marketing for the Home-Based Business
www.gmarketing.com

Edward de Bono

He of the six hats, Lateral Thinking: Creativity Step by Step , valufacture and much more. Edward de Bono is included in this list because of his huge impact in the area of creative thinking - a key ingredient of marketing.
Edward de Bono main website: www.edwarddebono.com
De Bono Institute (Melbourne): www.debono.org
deBono Thinking Systems (his training business): www.debonothinkingsystems.com

John Kenneth Galbraith

J K Galbraith was not a marketer, but his work as one of the world's leading economists over many decades exemplified absolute thought leadership in business areas that impacted all marketplaces. Author (amongst many other publications) of The Affluent Society (1958), The New Industrial State (1967), The Age of Uncertainty (1977), and The Culture of Contentment (1992).
Harvard University's profile of John Kenneth Galbraith
John Kenneth Galbraith remembered at Harvard University's Nieman Foundation for Journalism
J K Galbraith's obituary in the New York Times

Stafford Beer

Professor Dr Stafford Beer created the field of managerial cybernetics - the science of effective organisation. Cybernetics can be applied to most situations where an enduring viable enterprise is sought. It has much to teach us about how businesses can survive in an ever more complicated world, and how to economically manage the complexity of delivering value to customers in markets which seem to dissolve in to an increasing variety of segments and customer needs.

Although not on his CV, Stafford was one of the few people ever to consult to McKinsey (on their organisational design), as well as to governments and major corporations. His best known books are Brain of the Firm , The Heart of Enterprise , Designing Freedom and Diagnosing the System for Organizations . Warning - nearly all of Stafford's work is hard reading.

A quote on the art of communication: "It isn't what is said, it isn't how it is transmitted. It isn't what is received, it is what is understood."
Quick guide to the Viable Systems Model
The Cybernetics Society's profile of Stafford Beer's work

Hugh Mackay

Hugh Mackay is a very prominent Australian social researcher, and author of several books on the Australian psyche and current mood (most widely read is Reinventing Australia Hugh Mackay is author of Generations: Baby Boomers, Their Parents and Their Children . He published data (commercially for $$$) in The Mackay Report for many years. Sold this business to Ipsos, which still publishes the The Mackay Report (Hugh Mackay retired to concentrate on writing books at the end of 2006, but Ipsos is continuing to produce reports following his methodology).
Profile of Hugh Mackay (& phone number) by the Whitlam Institute:
www.whitlam.org/people/mackay_hugh.html
Mackay Report at www.ipsos.com.au

Source : http://www.marketingminds.com.au/features/gurus.html

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Dofollow Search Engine

Silahkan digunakan untuk mencari backlink dari blog dofollow dengan menggunakan search engine ini.




Blogs Directory

Super Blog Directory

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Transjakarta |Busway Brand

Transjakarta dibuat mengikuti sarana transportasi serupa di berbagai negara di dunia. Konsep yang digunakan di negara-negara lain adalah dengan menggunakan sarana transportasi masal yang dapat mengangkut banyak orang dalam suatu waktu. Demikian pula denga konsep Transjakarta.

Brand Transjakarta sendiri diambil dari kata-kata yang sangat umum, seperti Transbintaro, pendahulunya. Tujuan digunakan kata-kata yang umum adalah agar masyarakat dapat dengan mudahnya mengenal, mengingat dan menyebut brand tersebut.
Sebelum Transjakarta diluncurkan (bahkan beberapa bulan sebelumnya), terlebih dahulu sudah disebarluaskan kepada masyarakat tentang rencana pembuatan Transjakarta. Dengan demikian, Transjakarta sebenarnya telah memiliki keuntungan karena tidak perlu melakukan advertising. Tanpa biaya sedikitpun, Transjakarta teleh dikenal oleh hampir seluruh Jakarta. Namun, dikenal dengan nama yang salah. Masyarakat mengenal sarana transportasi masal tersebut dengan nama Busway, bukan Transjakarta. Hal tersebut disebabkan oleh penyebutan kata busway, bukan Transjakarta oleh petinggi-petinggi di Jakarta dan disebarluaskan oleh media massa. Dengan kata lain, salah satu komponen dari brand, yaitu nama brand Transjakarta, tidak sesuai dengan apa yang dikenal oleh masyarakat. Dan celakanya, kata busyway telah tertancap kuat menggantikan transjakarta

Namun, hal tersebut ternyata tidak menganggu kegiatan operasi serta sales dari Transjakarta. Menurut saya, alasannya adalah karena monoply power yang dimiliki oleh Transjakarta sehingga masyarakat harus menggunakan Transjakarta, walaupun menyebutnya Busway.

Apakah permasalahan tersebut dapat ditangani? Jawabannya adalah tidak. Sesuai dengan 22 Immutable Law of Marketing, sangatlah sulit / bahkan tidak mungkin untuk mengubah persepsi konsumen akan suatu brand. Transjakarta harus membayar biaya yang sangat mahal untuk mengubah persepsi tersebut walaupun dengan peluang yang sangat kecil.
Bagaimana menurut Anda? Apa Anda menggunakan Busway?

Lihat juga: Analisa Transjakarta lain

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List



Read more...

Transjakarta Indonesia|Analisa Busway

Hadirnya Transjakarta di Indonesia bertujuan untuk memudahkan masyarakat di Jakarta dalam hal transportasi. Transjakarta menyediakan beberapa jalur / trayek khusus yang menghubungkan 2 tempat di Jakarta.

Analisa akan dilakukan mencakup beberapa aspek / faktor, yaitu:
1. Brand
2. Strategi
3. Service/ layanan
4. Impact terhadap masyarakat
5. Saran/ masukan

Semoga dapat menambah pengetahuan, terutama dalam aplikasi konsep & pengetahuan umum, dan dapat memberikan masukan yang berguna bagi perusahaan yang bersangkutan.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Spesialisasi|Generalisasi

Setiap perusahaan akan berusaha untuk meningkatkan profit usahanya dengan berbagai cara, yaitu dengan meningkatkan revenue atau menurunkan cost. Apabila perusahaan memilih untuk menurunkan cost produksinya, akan terjadi kemungkinan pengurangan kualitas produk yang dijual sehingga dapat menurunkan cost akibat munculnya atau timbulnya kecewaan konsumen. Dengan demikian cara yang baik adalah dengan meningkatkan revenue.

Untuk meningkatkan revenue perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu dengan memberikan discount|diskon, undian, mengeluarkan produk baru / lini bisnis baru, dan sebagainya. Pada kesempatan kali ini yang akan dibahas adalah mengenai penambahan lini produk suatu perusahaan / line extension.

Perusahaan seringkali berusaha untuk melakukan brand extension / mengeluarkan lini produk baru yang sesuai dengan personality dan image brandnya dengan tujuan meningkatkan revenue. Namun, ada perusahaan yang berusaha untuk melakukan spesialisasi , yaitu tetap bergerak pada 1 lini produk saja. Tentunya perusahaan tersebut mengambil kebijakan dengan pertimbangan tertentu.

Al Ries dan Jack Trout dalam artikel Advertising Age memperingatkan perusahaan tentang adanya Line extension trap. Line extension trap tersebut terjadi karena mind / benak konsumen menjadi bias akan suatu brand. Dalam Law of Focus (22 immutable law of marketing), dikatakan bahwa benak/ mind konsumen akan mudah kehilangan fokus apabila terdapat banyak message / produk yang diasosiasikan. Relationship marketing memiliki pemikiran bahwa brand adalah suatu makhluk hidup dan brand-lah yang dibeli oleh konsumen, bukannya produk. Suatu perusahaan yang mengeluarkan lini produk yang banyak, akan menyebabkan image konsumen terhadap brand tersebut akan menjadi bias sehingga dapat menimbulkan kerugian dalam jangka panjang. Al Ries dan Jack Trout merupakan satu-satunya yang menentang brand extension seperti yang tertulis pada Journal of Consumer Marketing.

Tentunya, perusahaan yang memilih untuk melakukan strategi generalisasi telah mempertimbangkan segala kemungkinan terlebih dahulu. Secara keseluruhan, memang perusahaan tersebut dapat meningkatkan revenue. Namun ingat, dalam Law of Duality (22 immutable law of marketing), dikatakan bahwa pada akhirnya marketing adalah perang antar 2 perusahaan dengan posisi teratas. Dimana kedua perusahaan tersebut pada umumnya adalah perusahaan yang menggunakan strategi spesialisasi dan bukan generalisasi.

Bagaimana dengan pendapat Anda?

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Open Project | Project Management

Open Project merupakan software yang gratis, open source dan merupakan alternatif dari Microsoft Project. Open Project telah di download lebih dari 1.250.000 kali lebih dari 142 negara-negara di dunia.


Open Project telah menjadi aplikasi open source yang sangat diminati dan populer. Open Project digunakan untuk mengatur atau membuat project tertentu. Silahkan menikmati.


Download Here


Silahkan lihat software bisnis lainnya di free software list


Read more...

Dia | Organization Chart Software


Program ini digunakan dalam proses pembuatan organization chart, electrical diagram, dan lain-lain. Dia merupakan salah satu alternatif yang dicari bagi mereka yang ingin mencari pengganti Visio.

Dia memungkinkan kita untuk menggambar dan menyimpan file dalam wujud XML,PNG/JPEG,SVG, ataupun PDF

Download Here

Silahkan lihat software bisnis lainnya di free software list


Read more...

Sticky Notes Freeware


Merupakan program atau aplikasi yang menyerupai digiNotes dimana kita dapat meletakkan memo di Windows desktop. Notes yang telah dibikin dapat diubah ukurannya sesuai dengan kebutuhan.

Salah satu keunikannya adalah dapat memilih bentuk dan ukuran fonts, warna, transparansi, ukuran, memasang hyperlink. Notes yang sudah dipasang dapat diatur agar tidak hilang pada saat restart / reboot.

Download Here

Lihat juga program serupa, yaitu digiNotes

Silahkan lihat software bisnis lainnya di free software list


Read more...

Ultimate business plan starter 4.0 | Freeware

Software ini ditujukan bagi mereka yang tidak memiliki waktu yang banyak untuk mempelajari business plan. Ultimate business plan starter 4.0 dapat membantu untuk menuliskan ide dengan lebih cepat, membuat dan mengatur business plan dengan lebih cepat.

Starter ini dapat digunakan untuk membuat business plan apa saja dan memberikan tips untuk bisnis Anda.

Download Here

Silahkan lihat software bisnis lainnya di free software list


Read more...

7 Langkah Penting bagi Recruiter ( Human Resource )

Filed in Umum on May.14, 2009 by Jean Vero

Untuk menjamin dan menunjang keberhasilan sebuah perusahaan / bisnis dalam eksistensinya di dunia investasi, maka pertama-tama yang penting untuk dilakukan adalah mencari dan menyeleksi kandidat agar sesuai dengan requirement yang dibutuhkan, tidak sulit, ini justru adalah hal yang paling mudah dilakukan, kenapa , . . . ?

Karena pada saat seseorang belum benar-benar bergabung dengan kita, diri kita tidak memiliki keterikatan atau beban moral yang nantinya akan menimbulkan pertentangan batin yang hebat dari sifat dasar kita sebagai manusia yaitu ‘kasihan’.

Kesulitan dan pertentangan batin adalah pada saat seseorang yang direkrut tersebut sudah bersama kita untuk beberapa waktu lamanya, artinya seorang user atau recruiter tidak lagi menggunakan check and balance dalam menjalankan evaluasi dan penilaian untuk menentukan apakah karyawan tersebut layak mendapat kursi di perusahaan atau karyawan tersebut harus angkat kaki karena memang hasil dari evaluasi dan penilaian menunjukkan angka yang sedang-sedang saja alias tidak membawa perubahan yang berarti.
Disini, di fase inilah perusahaan akan mengalami sebuah kerugian pada langkah yang pertamanya. Bagaimana dengan langkah kedua dan seterusnya?

Belum lagi jika karyawan yang memiliki attitude dan personality yang rendah, bertabiat buruk dan sering memutar akal untuk menghindari philosophy perusahaan yang ada di Visi-Misi dan Kultur perusahaan, bisa ditebak bahwa beban perusahaan kedepan akan semakin berat dan sulit, belum lagi tingkat persaingan usaha yang semakin menukik dan tajam,…

Akibat selanjutnya bisa ditebak bahwa perusahaan harus menanggung beban yang berat untuk waktu yang lama, membayar gaji, lembur, benefits/compensasi, seragam, kesehatan, asuransi dll, serta kegagalan demi kegagalan akan selalu bersama mereka.
Perusahaan yang besar-kaya dan kuat mungkin akan membutuhkan waktu yang lama untuk sadar jika mereka sedang bermasalah, tetapi coba bayangkan jika orang ini berada pada perusahaan yang ada pada skala terbatas dari segi anggaran dan pengembangan, bertahan saja sudah cukup baik mungkin.

Bagaimana jika kata kuncinya mereka harus tutup dan kemudian harus memberi uang pesangon? Sekali lagi pikir dan capailah untuk merekrut orang-orang yang benar-benar qualified, atau paling tidak rekrut orang yang belum mengerti, ajari mereka dan pastikan bahwa mereka memiliki kekuatan moral dan tanggung jawab yang Ruarr Biasa.
Berikut ada 7 langkah yang disarankan bagi seorang Manager HR atau Team Recruitment pada saat program Selection & Recruitment berlangsung.

1. Ini adalah keharusan:
Seorang Recruiter adalah orang yang harus expert dan memahami seluruh aplikasi dasar ilmu-ilmu yang selalu ada di setiap perusahaan/business.

Seorang Recruiter harus betul-betul memahami banyak pemahaman non formal maupun formal competence/excellence , seperti EMS (Environmental Management System), QMS (Quality Management System), Organization, Business Strategy, Improvement & Development Models, Improvement Tools and Equipment, serta aplikasi-aplikasi yang dapat dipertanggung jawabkan pelaksanaannya,
Recruiter haruslah orang yang teruji di segala medan sektor industri.
Dengan demikian seorang recruiter akan mengetahui dengan pasti kandidat yang cocok, sesuai dan pas dengan pesanan user maupun harapan pemilik modal,
Hindari jauh-jauh di saat anda menjadi seorang recruiter anda belum genap pengetahuan anda mengetahui keseluruhan aplikasi ilmu dasar di seluruh sektor industri / business, ini dengan catatan kalau anda sebagai recruiter tidak mau di-dekte oleh user yang kadang-kadang lebih menentukan dari pada anda.
Ini bukan menang-menangan, tetapi paling tidak anda akan mengalamai kemudahan di saat anda membuat job profile atau job evaluation calon tersebut, lebih-lebih anda akan menjadi fasilitator dari Performance Appraisal-nya kelak.

2. Seleksilah CV dengan teliti dan benar, sesuaikan dengan kebutuhan dasar posisi yang lowong. Jangan sangat terpaku dari requirement yang ditulis oleh user, kepemilikan Ilmu yang beraneka ragam akan sangat membatu bagi perkembangan perusahaan anda kedepan, Inovasi akan berjalan jika anda dan tim di perusahaan anda memiliki frame yang berbeda-beda.

3. Lihat dan amati CV yang memiliki hasrat kuat untuk bekerja (dalam hal ini seorang recruiter akan memiliki insting & rasa untuk mencocokkan posisi yang dibutuhkan, sesuai dengan keinginan pemiliki modal), hal ini bisa dilihat dari kualitas CV dan cara-cara penulisan yang informatif, sesuai dengan urutan-urutan pencapaiannya,
Hindari saat menyeleksi CV anda masuk dalam ke-fanatikkan almamater dimana anda kuliah/sekolah dulunya, sesungguhnya akan banyak perubahan bagi seseorang karena situasi dan kondisi yang dijalaninya.

Sekali lagi pilih kandidat yang betul-betul sesuai dengan kecocokan strategi pemilik modal, bukan cocok menurut kepentingan anda.

4. Disaat anda mengundang kandidat untuk hadir dalam sesi interview (setelah lulus dari sesi psikotest, jika memang ada), ajaklah kandidat untuk menceritakan apa saja yang selama ini dikerjakan.Dimulai dari pertama kali kandidat bekerja dan apa saja pencapaiannya, kandidat tidak akan pernah lupa dari apa yang telah dicapainya, ukur dengan benar antara pencapaian dengan hasil yang diceritakannya.

Pastikan dengan benar bahwa kandidat mengetahui apa yang sedang dibutuhkan oleh perusahaan anda, bila perlu mintalah kandidat untuk membuat presentasi singkat dan matrix-matrix nya serta output yang jelas ter-cascade di depan anda, gunakan ‘zero tolerance’ saat anda mewawancarai kandidat, berikan possibilities failure dengan result/value zero percentage.

Ingat ! Jangan menambah beban perusahaan dengan anda telah merekrut orang yang salah di lingkungan anda.

5. Jika seorang kandidat akan di wawancarai oleh user, pastikan anda hadir disana, mendengarkan dan memperhatikan percakapan antara User dengan kandidat adalah penting bagi anda untuk memastikan bahwa kandidat anda adalah calon yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan.

Me-review (mempertahankan pendapat, berdiskusi dan menentukan) kandidat adalah penting bagi kelanjutan proses rekrutmen ini, sekali lagi pastikan bahwa kandidat sudah masuk dalam tatanan misi-visi dan kultur perusahaan anda, jangan rekrut orang yang diluar dari isi dan tujuan misi-visi-klutur perusahaan anda, sekali lagi, . . . pastikan !

6. Setelah terdapat kesesuaian antara User, Anda, Pemiliki Modal (wakil pemilik modal), utarakan kepada kandidat bahwa apa saja yang menjadi taget dan pencapaian yang akan menjadi bebannya.Sekali lagi buatlah toleransi yang terukur dan mudah dalam evaluasinya, jika kandidat merasa tidak mampu dalam beban yang akan dipikulnya, maka segera akhiri sesi pertemuan tersebut.Jangan ambil waktu yang lebih lama untuk menahan kandidat yang jelas-jelas diluar kebutuhan anda. Jika kandidat merasa mendapat tantangan dengan apa yang disampaikan terhadap beban tersebut.

Maka siapkan langkah ke tujuh dimana ini sangat penting dan kritis dalam proses recruitment, yaitu pembuatan ‘Kontark Kerja’ yang sesuai dengan keinginan pemilik modal perusahaan anda.

7. Siapkan lembaran Kontrak Kerja dengan “time line” nya,. Tawarkan untuk aliran gaji yang berjenjang sesuai dengan hasil dan pencapaiannya. Jangan gunakan masa percobaan (time probation) sebagai ketentuan anda merekrut kandidat,
Sesungguhnya tidak akan maksimal bagi siapa saja hanya dengan menilai (assesst) sesorang dengan waktu yang singkat tersebut. Jumlah gaji yang significant adalah gaji yang akan diterimanya jika dia sukses melaksanakan tugas-tugasnya.
Ke tujuh proses langkah diatas adalah proses yang sangat sederhana dan mudah dilakukan bagi seorang recruiter dalam menjaring dan menentukan kandidat yang sesuai, tetapi jika ini akan terasa sulit dilakukan bagi anda, maka pertimbangkan apa dan bagaimana anda akan bertindak jika suatu saat kandidat tersebut ternyata adalah orang yang sebenarnya tidak layak berada di salah satu tim kerja anda. Meluangkan waktu yang panjang berliku guna ‘membentuk’, ‘membina’ dan ‘mengarahkan’ mereka agar berkesesuaian kedalam Misi-Visi- Kultur Perusahaan adalah hal yang pasti akan membuang begitu banyak energy anda yang sia-sia. Percayalah !!!
Semoga Bermanfaat, Sukses untuk Investasi & SDM Indonesia

Salam Hangat
Jean Vero

Lihat juga Myers Briggs Personality Test untuk mengetahui personality

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Bisnis dan Habit Masyarakat

Setiap usaha atau bisnis pasti memiliki domain atau secara sederhana dapat dikatakan ruang lingkup bisnisnya sendiri dan pada ruang lingkup tersebut, pasti terdapat berbagai pihak yang ikut mengambil peran. Pihak-pihak yang berhubungan dengan suatu bisnis atau usaha dapat dikatakan sebagai stakeholder. Stakeholder suatu perusahaan dapat berupa karyawan/pekerja, pemegang saham, pemerintah, konsumen, masyarakat sekitar, dan lain-lain.


Perusahaan pada umumnya ingin menciptakan suatu kebiasaan baru pada kehidupan konsumen dan biasanya yang dibentuk adalah kebiasaan dalam hal konsumsi. Sebisa mungkin produsen akan mencoba mendekatkan brand dan produknya ke dalam kehidupan konsumen. Hal tersebut termasuk dalam kegiatan marketing, yaitu biasa disebut habitual marketing.

Terkadang konsumen ketika mendekatkan produk, tidak melihat jangka panjang dan kemungkinan-kemungkinan yang bakal timbul dalam diri konsumen yang pada akhirnya dapat merugikan perusahaan , konsumen atau bahkan masyarakat sekitar.
Contoh yang dapat merugikan konsumen adalah mengenai diskon|discount yang dapat mengakibatkan snob effect. Pada awalnya, diskon akan dianggap baik oleh masyarakat. Namun apabila perusahaan sering mengeluarkan diskon sebelumnya, dan sekarang beralih ke harga reguler atau harga normal, konsumen cenderung tidak membeli produk perusahaan tersebut. Karena konsumen telah terdidik untuk membeli produk yang sama dengan harga diskon|discount dan merasa harga yang reguler menjadi mahal.

Sebenarnya, cukup banyak produk yang ada di pasar yang dapat memberikan efek buruk bagi masyarakat.Efek yang ditimbulkan oleh suatu produk / brand belum tentu memberikan pengaruh dalam jangka pendek, namun dapat memberikan dampak jangka panjang. Maka dari itu, perusahaan harus dengan baik menjalankan CSR / Corporate Social Responsibility-nya sehingga dampak suatu produk yang negatif untuk stakeholdernya dapat berkurang.

Bagaimana dengan perusahaan Anda?

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Free eBook List


:: THOUGHTS ASIDE ::

How to tackle promoting a website, if you are a newcomer to the subject? The most challenging part would be finding a good service provider; someone with expertise, backed up with years of experience on the market. There are thousands of such services on the web, but we recommend Software Submit.NET search engine submission services for website owners. While being an expert in software promotion, they also have a great range of services for website owners, you do not have to sell software applications to be able to benefit from their services.

Work by: praca



Ebook yang ada di Business Knowledges Blog adalah ebook yang legal dan memiliki resale right agar dapat diperjual belikan. Jumlah ebook yang ada dalam blog ini akan selalu ditambah secara berkala.


Berikut adalah list ebook yang ada pada blog ini
1. Self Development ebook (package)
2. Winning|Jack Welch
3. 29 Leadership Secrets|Jack Welch


Read more...

Business Articles

Untuk, memudahkan dalam mengakses artikel-artikel yang ada pada Busines Knowledges Blog, maka dibuat post yang bersikan artikel-artikel. Di bawah ini adalah daftar artikel yang ada di Blog ini.


1. Pengenalan Blog Business Knowledges
2. Understanding Business
3. 22 Immutable Laws of Marketing by Ries part 1/2
4. 10 Industri Utama di Masa Yang Akan Datang part 1/2
5. 10 Industri Utama di Masa Yang Akan Datang part 2/2
6. Crocs in Indonesia
7. Corporate Culture as a Core Competence
8. Sources of Organizational Culture
9. Snob Effect and Discount
10. Salah Satu Faktor Kesuksesan XL
11. The Reason Why People Buy Something
12. Interesting Story about Hospital in Malaysia
13. Mengetahui Personality Anda
14. How to Activate Your Left and Right Brain
15. Jobs that Match Your Personality
16. Another Way To Increase Customer Satisfaction
17. How To Make Service Process Blueprint
18. About Competition
19. Info Franchise
20. Negara adalah Perusahaan Terbuka
21. Asymetric Information
22. Bisnis dan Habit Masyarakat
23. 7 Langkah Penting Bagi Recruitor
24. Spesialisas|Generalisasi
25. Transjakarta Indonesia|Analisa Busway
26. Transjakarta|Busway Brand
27. Marketing Guru List
28. Strategic Square|Marketing Warfare by Jack Trout
29. Eye Accessing Cue|Self Improvement
30. Sub Branding
31. Specialist's Advantages
32. Brand as a Strategy
33. New Record|Transjakarta Busway
34. How to Choose Brand Name
35. Tips to Increase Observation Skill
36. Yamaha|Corsa dan Lebaran 2009
37. Let Your Customer Go


Read more...

Free Software

Berikut ini adalah software yang telah tersedia di blog ini. Secara berkala akan dilakukan update untuk menambah jumlah software yang dapat membantu kinerja dan produktivitas.


Imoney Lite (Perencanaan keuangan pribadi / usaha kecil)

eDraw Mind Map (Software pembuatan mind map)


eDraw DFD ( Software pembuatan Data Flow Diagram)

Diginotes (Software penanda di desktop / memo)

Dia (Software pembuatan diagram dan organizational chart)

Open Project (Project Management software)

Ultimate business plan starter 4.0
(Pembuatan business plan)

Sticky Notes | Freeware (Program penanda di desktop/memo)


Read more...

Diginotes


Merupakan penanda (seperti post-it) yang dapat diletakkan pada desktop untuk mengingatkan akan suatu hal yang penting

Selain berisikan teks, digiNotes juga menyediakan beberapa aplikasi sederhana, misalnya kalkulator yang menggunakan plugin sistem sederhana

Download Here

Lihat juga program serupa, yaitu Sticky Notes

Silahkan lihat software bisnis lainnya di free software list


Read more...

eDraw DFD



Data Flow Diagram atau DFD merupakan model yang sangat berguna untuk membuat atau menganalisa proses tertentu,khususnya proses aliran informasi.
Mengapa perlu dibuat DFD? Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam merancang proses tertentu dalam bisnis dan memudahkan dalam menganalisanya. Ketika membuat DFD dan merancang proses, dapat dilihat apakah proses tersebut efisien atau tidak dan dapat melihat apa yang harus dipersiapkan (tools,dokumen,dll) untuk menjamin kelangsungan proses.

Untuk informasi mengenai cara memembuat DFD, dapat dilihat di sini.

Download here

Silahkan lihat software bisnis lainnya di free software list


Read more...

eDraw Mind Map


Mind mapping atau biasa disebut brainstorming diagram merupakan pemetaan atau gambaran dari pemikiran seseorang / sesuatu, misalnya buku, ide-ide tertentu,dsb. Tujuannya adalah membantu dalam hal menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri, memudahkan dalam menghafal, membantu proses brainstorming, dan sebagainya.

Cara membuatnya mind map adalah sebagai berikut

1. Gunakan garis,warna,tanda panah, cabang, dan sebagainya untuk menentukan hubungan antara ide yang satu dengan ide lainnya. Dengan menggunakan gambar atau simbol, akan memudahkan dalam hal mengingat ide tersebut.

2. Tuliskan ide utama di tengah kertas/layar dan gunakan lah kertas dengan posisi landscape agar cukup hanya 1 kertas saja.

3. Tulislah ide-ide yang berhubungan dengan ide utama tersebut dan sambungkan ide tersebut dengan simbol pada point 1 (dapat juga diberikan keterangan tambahan)

4. Gunakan berbagai macam warna,simbol untuk memudahkan dalam mengingat dan membuat proses pengerjaan menjadi menyenangkan

Download Here

Silahkan lihat software bisnis lainnya di free software list


Read more...

Imoney Lite


Imoney Lite merupakan salah satu program personal finance yang tujuannya adalah untuk memudahkan perhitungan penerimaan dan pengeluaran pribadi dengan mudah dan cepat.

Didalamnya tercakup juga fungsi-fungsi tambahan yang dapat digunakan untuk personal,keluarga ataupun business dalam skala kecil.

Fungsi yang terdapat dalam Imoney Lite , yaitu :
1. Membantu pengaturan keuangan dari beberapa sumber, misalnya bank, cash,dll
2. Membuat dan menjaga budget / pengeluaran agar tidak lewat batas
3. Track performa dari investment-investment
4. Dapat diubah menjadi beberapa mata uang
5. Mudah untuk digunakan dan memiliki tampilan yang menarik
6. Dapat mengelompokkan penerimaan dan pengeluaran dalam berbagai kategori dan dimungkinkan untuk membuat kategori sendiri
7. Imoney Lite didukung dengan pemberian password pada profile sehingga kerahasiaan terjamin.
8. Software yang tidak menggunakan internet, sehingga tidak ada campur tangan pihak ketiga dalam pengelolaan keuangan (lebih aman).

Download here


Silahkan lihat software bisnis lainnya di free software list


Read more...

Negara adalah Perusahaan Terbuka

Negara seharusnya merupakan suatu entitas yang membawahi / berwenang atas wilayah tertentu beserta isinya dan diakui oleh negara lain. Definisi tersebut pada dasarnya serupa dengan istilah yang biasa kita kenal dengan perusahaan. Perbedaannya adalah dari segi ruang lingkup, besar organisasi, kompleksitas usaha. Keduanya memiliki ideologi,politik,ekonomi,sosial,budaya,ketahanan dan keamanan walaupun memiliki arti yang berbeda.

Pada jaman sekarang, sudah banyak perusahaan yang mengumpulkan dana dengan cara menjadi perusahaan terbuka / listing di bursa saham. Saham perusahaan tersebut sebagian dapat dibeli oleh pihak eksternal. Dengan demikian uang yang diperoleh dapat digunakan untuk memajukan usaha dan meningkatkan kesejahteraan stakeholder. Perusahaan terbuka tersebut wajib untuk membuka laporan keuangannya dan melaporkan kinerja perusahaan board of director / pemegang saham.

Demikian pula dengan suatu negara. Negara secara tidak langsung menyatakan dirinya sebagai perusahaan terbuka ketika perusahaan tersebut mempersilahkan negara lain melakukan investasi di negaranya dan mendapat keuntungan (layaknya dividen dan capital gain) atas investasi tersebut. Negara juga menerbitkan APBD, data statistik negara untuk dilaporkan dan dipertanggungjawabkan.

Negara Indonesia dalam proses melapor / pertanggungjawaban, seharusnya negara bertanggung jawab terhadap rakyat karena Negara Indonesia, negara adalah entitas dari oleh dan untuk rakyat. Namun banyak kenyataan yang tidak manis ^^.

Bayangkan Anda sedang di depan bursa memegang sejumlah uang dan ingin berinvestasi. Namun kali ini yang dibeli adalah saham negara. Apakah Anda akan membeli saham Indonesia? Kalaupun iya, prioritas ke berapakah Indonesia dibanding dengan negara lain?

Mengikuti pola pikir dalam memilih saham di bursa (dalam kasus ini fundamental tentunya), faktor apakah yang menjadi pertimbangan? Menurut saya pribadi adalah:
1. Budaya
2. Kinerja keuangan
3. Produktivitas
4. Tujuan jangka panjang
5. Pemimpin atau top management
6. Dll

Dengan demikian, ketika suatu negara ingin berubah, negara dapat bercermin pada kondisi ideal suatu perusahaan. Saya pribadi menunggu kapan saya dapat merasa bangga sebagai bangsa Indonesia (sama seperti ketika memegang saham perusahaan blue chip yang memiliki prospek jangka panjang yang cemerlang)

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Info Franchise

Banyak orang yang ingin membuka usahanya sendiri, namun banyak yang mengalami kegagalan pada saat pelaksanaannya. Banyak sumber yang telah menyatakan bahwa 80% bisnis yang baru tidak akan bertahan di tahun pertama, dan akan gagal di tahun – tahun berikutnya dengan persentase yang sama. Mengapa demikian? Alasannya adalah karena kebanyakan enterpreneur yang ada kurang atau bahkan tidak memiliki pengalaman yang relevan sesuai dengan usahanya, terutama pada bidang manajemen. Terkadang, konsep bisnis baru yang dijalankan tersebut masih prematur (belum matang) dan tidak tahan uji.


Di Indonesia, terdapat banyak alternatif yang diberikan bagi mereka yang ingin membuka usaha tapi memiliki modal, waktu, pengalaman yang belum mencukupi untuk membuka usaha sendiri, yaitu franchise atau waralaba. Sistem franchise ini sebenarnya sudah lama ada di Indonesia dan sudah cukup berkembang. Variasi yang ada di Indonesia pun terbilang banyak.

Berikut adalah tips untuk memilih franchise yang baik
1. Tentukan terlebih dahulu kategori franchise yang diinginkan dan disesuaikan dengan lokasi (terutama bila sudah terdapat lokasi tertentu yang tersedia). Analisa demand / permintaan masyarakat di konsumen tersebut.

2. Setelah menentukan kategori, tentukan franchisor / pewaralaba yang diinginkan. Tentunya disesuaikan dengan budget. Saran saya adalah memilih franchise yang memberikan BEP sekitar 1 tahun, namun hal tersebut tergantung jumlah modal yang disetor. Lebih cepat balik modal, lebih baik. Jangan mudah terbawa trend tertentu. Yang Anda inginkan adalah membuat usaha jangka panjang (tidak hanya pada saat booming saja)

3. Jangan mudah percaya dengan ilustrasi keuangan yang diberikan. Analisa terlebih dahulu. Alasannya adalah karena mereka menjual franchise mereka sehingga terdapat kemungkinan bahwa data keuangan tersebut tidak objektif

4. Gunakan fasilitas yang diberikan sebaik-baiknya. Konsultasilah dengan master franchise mengenai perkembangan usaha, terutama dari segi manajemen,pemasaran, dan keuangan.

5. Pilihlah orang yang tepat (jujur dan bertanggung jawab) karena kita tidak mungkin mengawasi terus menerus dan kemungkinan kita akan membeli beberapa franchise tambahan.

6. Menurut saya pribadi, setelah modal kembali, gunakan uang tersebut untuk membeli franchise, demikian seterusnya. Semakin banyak franchise yang dimiliki, maka income akan semakin meningkat.

Demikian tips-tips memilih franchise yang tepat. Terima kasih

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

About Competition

Telah dibahas sebelumnya dalam postingan yang berjudul Mengenal Bisnis bahwa bisnis adalah pertukaran value. Namun terkadang, Value yang ditawarkan oleh produsen tidak selalu diterima sama besarnya oleh setiap customer, hal ini disebabkan oleh :

-Customer/ pihak tersebut tidak tahu mengenai value yang dtawarkan oleh perusahan tersebut.
-Value yang ditawarkan produsen masih kurang tinggi di mata customer, disebabkan oleh beragamnya selera dan value tersebut tidak/belum dirasakan bermanfaat


Oleh karna itu, produsen akan semakin gencar untuk menawarkan value kepada customer dengan berbagai cara sehingga tingkat kompetisi dalam pasar tersebut menjadi lebih tinggi.

Apa yang menjadi sumber dari kompetisi tersebut? Terdapat beberapa sumber yang menjadi penyebab kompetisi, antara lain

1. Supplier’s power
Bargaining power dari supplier yang tinggi sehingga harga dari input bisa diatur. Bargaining power yang dimaksud adalah kuat lemahnya produsen dalam menawar harga bahan baku dari supplier.

2. Buyer’s power
-Informasi yang dimiliki buyer sangat kuat terhadap suatu barang atau suatu industri.
-Sensitivitas terhadap harga. Apabila dalam suatu pasar, umumnya customer memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap harga, maka persaingan akan cenderung tinggi karena mayoritas produsen akan memainkan faktor harga

3. Substitutes
Yaitu banyak atau sedikitnya jumlah barang pengganti yang terdapat dalam suatu pasar. Misalnya kereta api pada jaman sekarang dapat digantikan dengan pesawat terbang karena harga tiket pesawat terbang yang kian murah.

4. New entrants
-Barriers to entry : halangan bagi perusahaan baru untuk masuk ke pasar tertentu. Contoh : besarnya modal yang dibutuhkan, regulasi, dll.
-Barriers to exit : halangan bagi suatu perusahaan untuk keluar dari pasar. Contoh : apabila perusahaan tersebut telah berinvestasi pada aset yang sangat terspesialisasi, hal ini mengakibatkan cost of exit yang tinggi.

5. Intra industry competitors, yaitu perusahaan lain dalam market yang sama

Bagaimana tingkat kompetisi di market Anda?

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Service Process Blueprint

The service blueprinting concept was originally conceived over twenty years ago by a bank executive, Lynn Shostack, who published a paper on the rudiments of the approach in the Harvard Business Review. In the intervening years the technique has evolved significantly. Service blueprints could be described as service roadmaps -- tangible, visual documents that lay out where and how customers and companies interact. More specifically, blueprints are information-laden documents made up of five components that, when drawn up together, can help make customer-company relationship and the customer experience crystal clear.

* Customer actions include "all of the steps that customers take as part of the service delivery process."
* Onstage/visible contact employee actions are the actions of frontline contact employees that occur as part of a face-to-face encounter with customers.
* Backstage/visible contact employee actions are non-visible interactions with customers, such as telephone calls, as well as other activities employees undertake in order to prepare to serve customers or that are part of their role responsibilities.
* Support processes are all activities carried out by individuals in a company who are not contact employees, but whose functions are crucial to the carrying out of services processes.
* Physical evidence represents all of the tangibles that customers are exposed or collect to during their contact with a company.

It may sound complicated, but it's not: Essentially, when companies create services blueprints, they are mapping out all the various interactions and actions that occur when customer and company meet.

The authors suggest that companies attempting to create these blueprints first identify the specific service process to be explored, and also identify the customers that specific service process targets. From there, the blueprint can be built -- starting with customer actions, as these serve "as the foundation for all other elements of the blueprint" -- step by step, until a more complete picture of the process, and its various elements, is built. Good blueprints often require contributions from across the organization, including, sometimes, customers.

source http://knowledge.wpcarey.asu.edu/article.cfm?articleid=1546\
Blueprint example http://people.ischool.berkeley.edu/~glushko/IS243Readings/ServiceBlueprinting.pdf

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Another Way to Increase Customer Satisfaction

Customer satisfaction atau kepuasan konsumen dapat dikatakan sebagai pintu gerbang untuk menuju tahap customer loyalty / kesetiaan konsumen terhadap brand atau merek produk. Pada tahap ini, customer terlebih dahulu mencoba / merasakan produk yang dimiliki perusahaan atau brand. Yang dirasakan oleh konsumen dapat berupa barang ataupun service dan kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan.


Misalkan Anda memiliki toko elektronik. Walaupun konsumen memilih untuk melakukan self- service, namun tidak dapat dipungkiri bahwa konsumen membutuhkan interaksi manusia, baik untuk meminta rekomendasi, testing, mencari sesuatu,dll. Apabila pada akhirnya produk yang Anda jual dapat diperoleh di tempat / toko /perusahaan lain, maka service lah yang memegang peranan penting.

Cara yang dapat digunakan untuk menjamin kepuasan konsumen dari segi service adalah dengan membuat blueprint untuk proses service. Blueprint tersebut menjelaskan rangkaian proses yang dilalui konsumen dari konsumen menginjak lokasi perusahaan /toko (disesuaikan), hingga meninggalkan lokasi. Termasuk di dalamnya mengenai parkir,dsb. Cara untuk membuat blueprint dapat dilihat pada artikel how to make service process blueprint

Setelah membuat blueprint, yang dilakukan selanjutnya adalah dengan menentukan faktor terpenting / critical faktor dalam menjamin kepuasan konsumen. Apabila membuat blueprint untuk customer service, maka hal yang critical adalah lama waktu menunggu, kecepatan penyelesaian masalah,dsb.

Berikutnya, Anda harus menjadi konsumen Anda sendiri. Cobalah untuk membuat simulasi atau membayangkan bahwa Anda adalah pembeli/konsumen yang akan membeli produk perusahaan di segala situasi, misalnya sedang ramai / sepi pengunjung, terjadi permasalahan,dsb. Apabila Anda (sebagai konsumen) dapat merasa puas dalam berbagai situasi tersebut, maka yang harus dilakukan berikutnya adalah mengaplikasikan hal tersebut menjadi kebijakan perusahaan. Misalnya dengan membuat SOP / Operating Procedure dan kebijakan lainnya.

Reviewlah blueprint secara berkala untuk menjamin kepuasan konsumen.

Bagaimana pendapat Anda?

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...