11 Common Exporter Mistakes

The most common mistakes of new exporters.

1. Failure to get export counseling and to develop an international marketing plan before starting exports

2. Insufficient commitment by op management

3. Insufficient care in selecting overseas agents or distributors

4. Chasing orders from around the world instead of establishing a basis for profitable and orderly growth

5. Neglecting export business when the local market booms

6. Failure to treat international distributors on an equal basis with domestic counterparts

7. Assuming that a given product and marketing technique will succeed everywhere

8. Unwillingness to modify products to meet preferences or regulations of other countries

9. Failure to print sales, service, and warranty messages in local languages

10 Failure to consider use of an export management company

11. Failure to provide readily available servicing for the product


Read more...

Factors Affecting Competitiveness

What factors that you should maintain in order to increase competitiveness.

1. Wage. If a company is labor intensive,a company which domain is in low wage country has an advantage.

2. Productivity. If workers work harder, produce better quality and better quantity of products, using more up to date machines, the company is more efficient ( in terms of cost)

3. Cost of capital. If it costs less to borrow money or raise equity capital, a company can invest more and accept lower returns.

4. Technology. A company that is the first with an advanced technology product, which can be protected by patents, has an advantage

5. Management. This covers a variety of skills, including manufacturing and marketing skills, as well as ability to organize for worldwide operations. this is primarily a form-specific issue, arising out of the quality and experience of its human resources.
Read more in Business
« Benefits of Green Tea
How is Boracare Different? »

If one company is labor intensive and the labor cost is high, make sure that it’s labor productivity is high and division of labor should be effective because the cost to product one product will be decreasing. There are several ways to increase labor productivity (management is the one who can do this):

1. Change layout and production process in order to minimize useless movement of product and labor

2. Learning curve. Worker will become more skillful if he/she do specific job

3. Create a better culture in a company


Read more...

Origin of The Brand : Book

Buku The Origin of The Brand dicetak pertama kali pada tahun 2004 dan memiliki tebal halaman sebanyak 320 halaman.


Dalam buku ini, Al ries menjelaskan mengenai beberapa topik yang penting, yaitu pengembangan merek suatu kategori dan bagaimana perusahaan dapat memperoleh keuntungan karena mengetahui hal tersebut. Pembelajaran dilakukan dengan menggunakan perusahaam-perusahaan yang berhasil maupun gagal menerapkan sistem dan pengetahuan yang diyakininya (seperti buku-buku sebelum dan sesudahnya). Gaya menulisnya sangatlah rasional dan menggunakan data-data historis yang konkret mengenai berbagai perusahaan baik yang besar maupun yang kecil.

Al Ries meyakini bahwa pada dasarnya suatu merek dimulai dari kategori produk yang sederhana dan berkembang menjadi kategori produk yang lebih spesifik dari sebelumnya. Teori yang sama disebutkan dalam buku tersebut adalah mengenai Teori Darwin. Al Ries percaya bahwa ke depannya produk-produk akan terbagi menjadi kategori-kategori yang lebih spesifik (divergence) dan bukan menjadi satu (convergence).Contoh: kategori personal komputer terpecah menjadi PC, Notebook, Netbook, Tablet PC dan seterusnya. Penulis tidak percaya akan era dimana produk-produk akan bergabung fungsinya menjadi 1, misalnya mesin cuci yang bisa nonton tv, dan sebagainya.

Oleh karena itu, penulis percaya bahwa, jika perusahaan ingin mengambil keuntungan, yang harus dilakukan adalah memperkenalkan kategori produk spesifik yang baru dari produk yang sebelumnya sehingga memecah pasar. Meluncurkan produk kategori baru yang pertama akan memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan dengan pengikutnya.

Jika terdapat suatu produk kategori tertentu yang sudah lama dan tidak berhasil di pasar, maka perusahaan harus dengan tegas mengambil tindakan untuk memotong kategori tersebut dan memunculkan kategori yang baru.

Dengan mengetahui beberapa informasi di atas, diharapkan agar perusahaan dapat menikmati keuntungan. Secara keseluruhan, saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca karena sangan baik dan sangat inspiratif.


Read more...

Chinese Literature - Sun Tzu's Art of War (2)

WAGING WAR


Sun Tzu said: In the operations of war,where there are in the field a thousand swift chariots,as many heavy chariots, and a hundred thousand mail-clad soldiers, with provisions enough to carry them a thousand li, the expenditure at home and at the front,including entertainment of guests, small items such as glue and paint, and sums spent on chariots and armor, will reach the total of a thousand ounces of silver per day. Such is the cost of raising an army of 100,000 men.

When you engage in actual fighting, if victory is long in coming, then men's weapons will grow dull and their ardor will be damped. If you lay siege to a town,you will exhaust your strength.

Again, if the campaign is protracted, the resources of the State will not be equal to the strain.

Now, when your weapons are dulled, your ardor damped,your strength exhausted and your treasure spent,other chieftains will spring up to take advantage of your extremity. Then no man, however wise, will be able to avert the consequences that must ensue.

Thus, though we have heard of stupid haste in war,cleverness has never been seen associated with long delays.

There is no instance of a country having benefited from prolonged warfare.

It is only one who is thoroughly acquainted with the evils of war that can thoroughly understand the profitable way of carrying it on.

The skillful soldier does not raise a second levy,neither are his supply-wagons loaded more than twice.

Bring war material with you from home, but forage on the enemy. Thus the army will have food enough for its needs.

Poverty of the State exchequer causes an army to be maintained by contributions from a distance. Contributing to maintain an army at a distance causes the people to be impoverished.

On the other hand, the proximity of an army causes prices to go up; and high prices cause the people's substance to be drained away.

When their substance is drained away, the peasantry will be afflicted by heavy exactions.

With this loss of substance and exhaustion of strength, the homes of the people will be stripped bare, and three-tenths of their income will be dissipated; while government expenses for broken chariots, worn-out horses, breast-plates and helmets, bows and arrows, spears and shields, protective mantles, draught-oxen and heavy wagons, will amount to four-tenths of its total revenue.

Hence a wise general makes a point of foraging on the enemy. One cartload of the enemy's provisions is equivalent to twenty of one's own, and likewise a single picul of his provender is equivalent to twenty from one's own store.

Now in order to kill the enemy, our men must be roused to anger; that there may be advantage from defeating the enemy, they must have their rewards.

Therefore in chariot fighting, when ten or more chariots have been taken, those should be rewarded who took the first. Our own flags should be substituted for those of the enemy, and the chariots mingled and used in conjunction with ours. The captured soldiers should be kindly treated and kept.

This is called, using the conquered foe to augment one's own strength.

In war, then, let your great object be victory, not lengthy campaigns.

Thus it may be known that the leader of armies is the arbiter of the people's fate, the man on whom it depends whether the nation shall be in peace or in peril.







Read more...

Inspirational Manager Book : Summary

Inspirational manager berbeda dengan manager-manager pada umumnya. Inspirational manager merupakan orang-orang yang:
1. Memiliki belief dan values yang baik serta menjadikan belief dan values tersebut sebagai pedoman untuk berhubungan dengan orang lain. Dengan demikian, manager tersebut dapat menjadi inspirasi bagi rekan kerja maupn anak buahnya
2. Inspirational manager percaya bahwa semua orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing dan percaya bahwa kelebihan maupun kekurangan tersebut dapat dikembangkan
3. Konsisten
4. Memberikan kepercayaan kepada orang lain dan dapat dipercaya karena bertanggung jawab

Pada dasarnya inpirational manager terlebih dahulu harus mengetahui kekurangan dan kelebihan diri sendiri dan berusaha untuk mengatasi kedua hal tersebut. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan, ia juga harus mengetahui gaya kepemimpinan apa yang sesuai untuk dia dan lingkungan kerjanya. Dengan demikian, maka inspirational manager harus menjadikan dirinya sebagai sosok yang harus diteladani oleh orang lain.

Dalam melakukan aktivitas bersama dengan rekan kerja atau bawahan, inspirational manager dapat mempercayakan/ mendelegasikan tugas-tugas dengan tetap bertanggung jawab atas hasil dari pekerjaan yang dilakukan bawahannya. Ketika melakukan delegasi, ia tetap menjaga, melatih dan membimbing anak buahnya.

Kesalahan anak buah dianggap sebagai peluang untuk belajar karena percaya bahwa dengan melakukan pengembangan diri dengan terus menerus, kelebihan dan kekurangan seseorang dapat dilatih.Dengan pembelajaran dan pelatihan yang terus-menerus, inspirational manager bertujuan untuk membangun sebuah kultur dan kebiasaan dalam suatu perusahaan yang dapat memberikan hasil yang memuaskan atau produktif.


Read more...

Chinese Literature - Sun Tzu's Art of War (1)

A lot of authors try to identify and link between Sun Tzu's Art of War with management also business practice. Can't say that it's not appropriate, but considering that a different perspectives can contribute different meanings. So, what posted in this blog is the translated one. Try to find broader meaning behind the literature and apply it by yourself in your own way (in life,business,relationship,etc)



I. LAYING PLANS


Sun Tzu said: The art of war is of vital importance to the State.

It is a matter of life and death, a road either to safety or to ruin. Hence it is a subject of inquiry which can on no account be neglected.

The art of war, then, is governed by five constant factors, to be taken into account in one's deliberations, when seeking to determine the conditions obtaining in the field.

These are: (1) The Moral Law; (2) Heaven; (3) Earth; (4) The Commander; (5) Method and discipline.

The Moral Law causes the people to be in complete accord with their ruler, so that they will follow him regardless of their lives, undismayed by any danger.

Heaven signifies night and day, cold and heat,times and seasons.

Earth comprises distances, great and small;danger and security; open ground and narrow passes; the chances of life and death.

The Commander stands for the virtues of wisdom, sincerely, benevolence, courage and strictness.

By method and discipline are to be understood the marshaling of the army in its proper subdivisions,the graduations of rank among the officers, the maintenance of roads by which supplies may reach the army, and the control of military expenditure.

These five heads should be familiar to every general: he who knows them will be victorious; he who knows them not will fail.

Therefore, in your deliberations, when seeking to determine the military conditions, let them be made the basis of a comparison, in this wise:
Which of the two sovereigns is imbued
with the Moral law?
Which of the two generals has most ability?
With whom lie the advantages derived from Heaven
and Earth?
On which side is discipline most rigorously enforced?
Which army is stronger?
On which side are officers and men more highly trained?
In which army is there the greater constancy both in reward and punishment?

By means of these seven considerations I can forecast victory or defeat.

The general that hearkens to my counsel and acts upon it, will conquer: let such a one be retained in command! The general that hearkens not to my counsel nor acts upon it,will suffer defeat:--let such a one be dismissed!

While heading the profit of my counsel,avail yourself also of any helpful circumstances over and beyond the ordinary rules.

According as circumstances are favorable,one should modify one's plans.

All warfare is based on deception.

Hence, when able to attack, we must seem unable;when using our forces, we must seem inactive; when we are near, we must make the enemy believe we are far away; when far away, we must make him believe we are near.

Hold out baits to entice the enemy. Feign disorder,and crush him.

If he is secure at all points, be prepared for him. If he is in superior strength, evade him.

If your opponent is of choleric temper, seek to irritate him. Pretend to be weak, that he may grow arrogant.

If he is taking his ease, give him no rest. If his forces are united, separate them.

Attack him where he is unprepared, appear where you are not expected.

These military devices, leading to victory, must not be divulged beforehand.

Now the general who wins a battle makes many calculations in his temple ere the battle is fought. The general who loses a battle makes but few calculations beforehand. Thus do many calculations lead to victory, and few calculations to defeat: how much more no calculation at all! It is by attention to this point that I can foresee who is likely to win or lose.

Translated from the Chinese
By LIONEL GILES, M.A. (1910)


Read more...

Tips Regarding Office Politics

This article contains several tips to build healthy relationship in your company.

As stated in description, this article was created in order to help you create a better life in your office by making a good and also healthy relationship with your coworker and your boss.

1. Hold your tongue and never talk negative (badmouth) behind or in front of your coworker, even your boss. If you talk negatively about somebody, he/she WILL know all about it sooner or later. And the issue will be bigger when she/he hear about it

2. Ask your friend or even your boss if you find something confusing / not clear. Confirm it yourself, don’t ask another people

3. Walk the talk. Be reliable. Make sure you fulfill your promise. If not, then other people will create negative issue about you

4. Help the others with their work, but don’t act as if you are the smartest. Keep low profile.

5. Treat another people well and make them feel that you like them. Don’t make enemy ^^. always maintain a right distance between you and another people within your company, including your boss


Read more...

Tips about Procrastination

Procrastination refers to the act of replacing high-priority actions with tasks of low-priority, and thus putting off important tasks to a later time - that's the meaning written in Wikipedia, but in many time we found out that we ENJOY doing NOTHING. All of us already know that the real problem is within our selves because we have a bad time management, our attitude towards our goals is wrong, and so on and so on.

Actually knowing about your negative attitude and bad time management is the first thing you must realize it and change it yourself. Please don't say that "i won't do anything about it" or "okay, I'll do it next time when i have time". That statement actually indicate that once again, you procrastinate. ^^

Next step is to change your mindset. It's a little bit hard becausebyou have a mindset which believe that changing mindset is hard. It works for me to remember two sentences bellow. I won't give ten sentences or hundred because you won't read and it's painful to remember it anyway.

" If, in the end, i have to do it why won't i do it know?". If you have one realistic and specific reason, is it okay? Believe me, your brain will provide a LOT of specific and reasonable excuses in order to help you (if you ask your brain). So, don't search for reasons.

Time to do one activity know and later is the same. You can't say that if you do it later and there will be a shortcut or your friend, your wife, your dad,etc force me to do it later. And i strongly believe that you are the one that.

"Between short term 'happiness' and long term 'happiness', you know what will become true happiness"

Short term 'happiness' such as play time, will give you only short term effect, too and it won't last long. Don't trust that kind of 'happiness'. Your long term 'happiness' is actually your goal in next future and it is what you need to make your life meaningful. You can think it this way," My short term 'happiness' persuade me to not follow my long term 'happiness'" sounds weird, but it works for me

Please remember those two sentences whenever you want to procrastinate. Hope this article helps you ^^

Thanks


Read more...

Advertising dan Otak Manusia

Banyak perusahaan yang mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mengiklankan produknya ataupun brand perusahaan. Dan setiap tahunnya, dana untuk beriklan semakin bertambah. Beberapa alasan penambahan budget iklan misalnya :
1. Bertambahnya jumlah produk baru
2. Semakin ketatnya persaingan
3. Expand atau memperbesar pasar
4. Program promo
5. Dll

Tujuan dari advertising adalah untuk menyampaikan message tertentu kepada konsumen. Konsep dasarnya adalah hal pernyataan diatas. Dari pernyataan tersebut dapat ditarik substansi bahwa :
1. Advertising adalah perpanjangan tangan perusahaan / suatu alat untuk berhubungan dengan konsumen
2. Message yang disampaikan adalah konsep tertentu. Semakin tajam dan simple suatu message, semakin baik advertising tersebut
3. Message tersebut diterima oleh konsumen. Dengan kata lain, ketika membuat atau merancang konsep dan pelaksanaan advertising, produsen harus menempatkan diri pada posisi konsumen.

Lalu, apa hubungannya dengan otak manusia? Message yang disampaikan kepada konsumen akan diterima konsumen dan disimpan dalam benaknya. Setelah disimpan, lalu kemudian apa yang terjadi? Masing-masing konsumen akan melupakan informasi tersebut dalam jangka waktu yang berbeda-beda antar iklan yang satu dengan iklan yang lain. Sebutkan iklan yang paling menarik Anda pada tahun 1990. Apakah Anda masih mengingat iklan tersebut? Padahal iklan hanya berdurasi 30 detik, namun sulit untuk diingat.

Kalau begitu, apa gunanya iklan tersebut ditayangkan terus-menerus sepanjang tahun? Sadarkah Anda bahwa apabila Anda melihat suatu brand / merek yang telah lama beriklan, walaupun Anda tidak mengingat iklan tersebut, Anda seakan-akan memiliki suatu perasaan, image dan informasi mengenai brand/produk tersebut. Alasannya adalah karena informasi yang disampaikan oleh advertiser akan disimpan di otak bawah sadar manusia. Jadi, walaupun iklan tersebut telah dilupakan, tetapi informasi mengenai brand tersebut masih tertanam dengan kuat.

Pengaruh informasi di alam bawah sadar konsumen akan terlihat pada saat proses pembelian. Pada saat membeli, sebenarnya konsumen lebih berfokus kepada emosional dibandingkan dengan rasional. Bahkan tidak sedikit konsumen yang tidak mengetahui alasan untuk membeli sesuatu. Mereka membeli hanya karena ingin membeli (impulse buying. Pada proses pembelian secara impulse lah alam bawah sadar konsumen akan bekerja untuk menentukan barang mana yang akan dibeli, mengapa,dsb. Konsumen tidak akan menyadari proses tersebut.

Dengan demikian, advertisement yang baik adalah yang dapat menyentuh hingga alam bawah sadar konsumen ^^


Read more...

Untuk Indonesia

Setelah beberapa lama menikmati enaknya pembelajaran seputar otak, baik bawah sadar maupun sadar manusia, saya mendapatkan berbagai masukan, pengalaman, dan teknik yang baik untuk memaksimalkan fungsi otak (walaupun hanya sedikit saja). Dikatakan bahwa apa yang terdapat di dalam otak manusia jauh lebih berharga daripada apa yang terpendam di perut bumi.


Tapi saya jadi sadar akan 1 hal. Kenapa kebanyakan ilmu atau pengetahuan mengenai otak bersumber dari barat? Apa tidak ada yang dari timur? (mungkin karena saya kurang mencari juga. Setelah mempelajari mengenai hal tersebut, saya mendapatkan jawaban, yaitu bahwa terdapat beberapa pakar seputar kecerdasan otak di Indonesia, misalnya Bapak Sutanto Widuri (baca beberapa bukunya), Shifu Yonathan Purnomo (direkomendasikan kenalan dan beberapa lain yang belum terlalu saya kenal ><

Mengenal kemampuan dan dapat memaksimalkannya merupakan awal dari kejeniusan. Apakah itu yang menyebabkan Indonesia tertinggal? Kalau otak adalah hal yang paling berharga dibandingkan semua sumberdaya, mengapa Indonesia yang memiliki 200 juta penduduk masih cukup tertinggal? (note : penduduk Indonesia terbilang banyak dibanding negara lain).

Hingga saat ini, saya masih mengasumsikan bahwa kurangnya pengetahuan mengenai otak manusia merupakan faktor utama penyebab kemiskinan di Indonesia.Coba bayangkan jika semua orang menghargai dan meyakini kemampuan otaknya.Tidak akan ada pengemis di jalan karena mereka akan dengan keras berpikir untuk menjalankan usaha / meningkatkan penghasilan.

Akan berkurangnya pekerja seks karena tidak akan mengambil pekerjaan tersebut karena terpaksa dan dapat memikirkan alternatif solusi yang terbaik. Narkoba,alkohol,dll akan berkurang karena semua orang di Indonesia akan sayang terhadap otaknya dan tidak akan mengkonsumsi zat-zat yang merusak otak.

Semua orang pada akhirnya akan menjadi optimis karena mereka mengerti bahwa di dalam dirinya terdapat potensi yang luar biasa.

Untuk itu, untuk Indonesia, saya harapkan agar:
1. Terdapat kurikulum pendidikan seputar otakdi sekolah
2. Pendidikan masyarakat secara menyeluruh
3. Perbanyak penelitian mengenai otak di Indonesia
4. Perbanyak buku-buku seputar otak yang BERKUALITAS
5. Perbanyak kursus guna meningkatkan kemampuan otak yang BERKUALITAS


Read more...

Dipromosikan atau Ditunjuk?

Merupakan suatu tantangan dan keinginan dari semua profesional untuk dipromosikan ke hierarki yang tinggi dalam suatu perusahaan. Berbagai fasilitas, hak, dll disediakan lebih bagi mereka yang dipromosikan dibandingkan dengan fasilitas dan hak pada posisi sebelumnya.

Adalah suatu hal yang penting bagi mereka yang ingin dipromosikan untuk menunjukkan dirinya diantara profesional2 lain di perusahaan. Banyak cara yang dilakukan baik secara "layak" maupun tidak "layak" dilakukan. Politik dalam suatu perusahaan merupakan hal yang lumrah.

Umumnya, top management akan mempromosikan pegawai yang:
1. Pintar/ setidaknya terlihat pintar
2. Baik, jujur dan rajin / setidaknya terlihat demikian
3. Mendukung kebijakan top management tersebut

Bayangkan Anda adalah pimpinan perusahaan, kemudian Anda ingin mempromosikan pegawai. Apakah Anda akan mengangkat pegawai yang menentang ide/gagasan Anda ataukah pegawai yang mendukung kebijakan Anda? Atas beberapa pertimbangan, mungkin Anda akan mempromosikan pekerja yang mendukung Anda. Namun apa yang terjadi jika pegawai Anda yang satu lagi memiliki sifat kritis dan mengetahui bahwa kebijakan yang Anda buat salah atau tidak efektif?

Kecenderungan diatas menandakan bahwa banyak pimpinan yang mempromosikan anak buah karena mereka memiliki kemiripan cara pikir, values, attitude yang sama dengan sang pimpinan. Jenis mencari jenis dan itulah yang terjadi. Sangatlah bagus jika kualitas pimpinan sangatlah baik.. Namun, bila kualitas pimpinan buruk, hanya akan menambah "beban" dalam jajaran manajemen atas.

Dengan demikian, di lain hari, ketika mengambil keputusan, maka dengan pola pikir yang mirip, jawaban yang didapatkan juga akan cenderung homogen. Terdapat suatu "kerugian", yaitu tidak dapat memandang dari sudut pandang yang berbeda.


Read more...

Penghargaan Tertinggi kepada Waktu

Take the Time to work, for it is the price for success.

Take the Time to think, it is the source of strength.

Take the Time to play,it is the secret of youth.

Take the Time to read, it is the seed of wisdom.

Take the Time to be friendly, for it brings happiness.

Take the Time to dream, for it will carry you to the stars.

Take the Time to love, it is the joy of life.

Take the Time to be content, it is the music of the soul.



Merupakan kata-kata yang sangat bijak yang terdapat dalam buku yangb erjudul The Complete Time Management System karangan Christian H. Godefroy and John Clark.

Sebenarnya, banyak kata-kata mutiara yang tertulis di dalamnya. Buku tersebut menyadarkan bahwa seseorang sebaiknya menghargai waktu karena perilaku seseorang yang menghargai waktu sangat berguna untuk masa yang akan datang. Dan melalui cara seseorang dalam menggunakan waktu, dapat diramalkan masa depan orang tersebut.

Tertulis bahwa sifat yang paling berbahaya bagi seseorang adalah sifat menunda dan sifat mencari alasan. Dan kedua sifat tersebut akan mengakibatkan snowball effect bagi seseorang.

1. Seorang penunda akan mencoba melakukan sesuatu dan mencoba untuk bertekad melakukannya
2. Mereka akhirnya tidak melakukannya karena mereka menunda2
3. Mereka merasakan dampak yang buruk karena tidak melakukan, seperti kecewa,dll
4. Mereka kemudian akan dengan hebatnya mencari alasan mengapa mereka tidak dapat mengerjakan hal tersebut (misalnya adalah faktor eksternal,dll)
5. Mereka akan marah dan berusaha menemukan alasannya
6. Mereka akhirnya juga tidak melakukannya karena sifat mereka yang suka menunda
7. Dan demikian seterusnya hingga akhirnya mereka terpaksa untuk melakukan hal tersebut, baru mereka melakukannya..

Apabila pada akhirnya seseorang harus melakukan suatu aktivitas, apa bedanya melakukan sekarang dengan melakukan nanti?


Read more...

Akhirnya Balik Juga

Setelah beberapa lama vakum, akhirnya bisa nulis lagi ^^. Beberapa waktu lalu, lagi aga2 repot dengan kerjaan di kampus dan di rumah ><...

Tp skr pengen coba aktif lagi nulis... mohon dukungannya


Read more...

Basel II Weaknesses

Basel 2 lebih memfokuskan kepada pilar 1, yaitu minimum capital requirement (walaupun telah banyak berubah dibandingkan basel 1), sedangkan pilar ke 2 dan pilar ke 3 bertujuan untuk menjaga tercapainya minimum capital requirement.
Semakin ditinggikannya capital requirement suatu bank dan perhitungan resiko-resiko yang semakin diperketat dapat mengakibatkan pengurangan pada sektor industri tertentu. Dengan berkurangnya aliran dana pada sektor tersebut, maka perkembangan sektor tersebut akan semakin tersendat atau bahkan terhenti.


Dari segi perhitungan operational risk terdapat 2 faktor yang tidak tercakup, reputation risk dan strategic risk. Seperti yang kita ketahui bersama, reputasi merupakan salah satu faktor yang sangat berperan dalam industri perbankan, dimana kegiatan perbankan seluruhnya berbasis kepercayaan. Pada kenyataannya, operational risk suatu bank tidak hanya seperti yang disebutkan pada basel 2 saja. Namun sekali lagi terdapat kesulitan dalam pembuatan model perhitungan yang disebabkan karena banyaknya faktor yang tidak menentu.
Walaupun telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari basel 1 hingga basel 2, namun belum ditemukan model untuk menghitung kedua risk tersebut.
Dalam perhitungan operational risk, perusahaan diperbolehkan memilih antara:
1. Basic Indicator approach
2. Standardised approach
3. AMA
Dalam standardised approach, bisnis perbankan dibagi menjadi 8 lini, yaitu corporate finance, trading & sales, retail banking, commercial banking, payment & settlement, agency services, asset management, and retail brokerage. Dan pada proses perhitungannya, Basel 2 telah menentukan beta dari masing-masing lini, yaitu

Business Lines Beta Factors %
Corporate finance (β1) 18
Trading and sales (β2) 18
Retail banking (β3) 12
Commercial banking (β4) 15
Payment and settlement (β5) 18
Agency services (β6) 15
Asset management (β7) 12
Retail brokerage (β8) 12

Dalam dokumen basel 2, disebutkan bahwa beta adalah “a fixed percentage, set by the Committee, relating the level of required capital to the level of the gross income for each of the eight business lines.” Dengan kata lain, Committee telah menentukan capital yang dibutuhkan pada masing-masing lini. Namun pada kenyataannya, beta tersebut tidak dapat disamakan untuk setiap negara. Seharusnya setiap negara memiliki beta yang berbeda-beda untuk masing-masing lini.

Demikian pula pada penentuan rating dari suatu kredit, sebaiknya tidak bersifat statis saja, namun dinamis sesuai dengan perubahan yang ada. Dalam beberapa periode tertentu, rating dan resiko suatu kredit akan berubah-ubah. Kesalahan dalam menanggapi hal tersebut merupakan salah satu penyebab krisis di Amerika baru-baru ini.

Weakness berikutnya adalah pada pilar ke 3, yaitu mengenai market discipline. Di satu sisi, kebijakan tersebut dapat membuat perusahaan semakin aware terhadap manajemen resiko. Namun di sisi lain, transparansi perbankan mengenai CAR, equity, dan sebagainya dapat dengan segera mengubah image masyarakat terhadap bank tersebut, yang akhirnya berdampak pada reputasi bank yang bersangkutan. Namun sekali lagi, reputation risk merupakan resiko yang tidak termodelkan pada basel 2 sehingga dapat memberikan dampak negatif yang diluar perkiraan.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Basel II

Berikut adalah full document untuk basel II

download here


Read more...

Mayo|GarudaFood

Baru-baru ini GarudaFood meluncurkan produk barunya yang bernama mayo. Sesuai dengan domain perusahaan, GarudaFood memproduksi makanan dan minuman. Dengan kata lain, line extension yang dilakukan tidak bertentangan dengan brand GarudaFood.

Apabila Anda melihat kemasan produk mayo yang berukuran 600 ml tersebut, Anda akan melihat bahwa tagline mayo dalam ke package adalah "Air minum dalam kemasan". Produk mayo dikemas dengan botol putih transparan dan di tempel dengan stiker transparan. Di kemasan tersebut tercantum penjelasan, yaitu :

"Mayo adalah air minum dalam kemasan yang diolah dengan menggunakan proses ozonisasi dan micro filtrasi sehingga dihasilkan air minum yang berkualitas"

Juga tertera dalam packaging bahwa air mayo diambil dari sumber mata air pilihan.
Terdapat suatu detail yang cukup mengejutkan ketika melihat package produk tersebut adalah, label (stiker) yang tidak teratur (digunting secara tidak rapi)

Ketika saya melihat dari kejauhan, saya mendapatkan image awal bahwa produk tersebut mahal. Namun ternyata tidak. Produk tersebut dijual dengan harga Rp 2.000,00.

Berdasarkan keterangan diatas, terdapat beberapa kelemahan mayo, yaitu:

1. Tagline yang sangat general.Kata "Air minum" menurut saya pribadi sama sekali tidak menunjukkan produk mayo. Mungkin seharusnya yang ditulis adalah "Air Mineral". Namun tagline tersebut juga belum begitu kuat (tidak menimbulkan diferensiasi)

2. Dikatakan bahwa air mayo diambil dari sumber mata air pilihan. Tentu saja. Tidak mungkin sumber mata air untuk produk air mineral tidak dipilih oleh produsennya. Dengan kata lain, tidak ada diferensiasi dengan kompetitor.

3. Apabila mayo mengklaim bahwa mayo menggunakan ozonasi sehingga menciptakan air minum yang berkualitas, maka sebenarnya Aqua sudah mengklaim hal tersebut. Proses ozonasi bukanlah suatu yang baru dalam industri air mineral.

4. Label yang tidak rapi (berantakan sekali)... Label tersebut menurut saya dikerjakan secara manual (tidak menggunakan mesin). Kepada GarudaFood, sebaiknya diupayakan agar kesalahan ini segera diperbaiki. Alasannya adalah karena dalam label mayo, juga tertera logo GarudaFood.

5. Saya, sebagai konsumen, pada awalnya mendapat gambaran bahwa mayo adalah produk yang premium / mahal. Hal tersebut menandakan bahwa image premium yang dihasilkan cukup kuat(untuk saya). Hal tersebut pada dasarnya menunjukkan bahwa saya mulanya bersedia untuk membayar dengan harga yang cukup mahal untuk produk tersebut. Namun ternyata harga yang ditetapkan tidak tinggi. Hal tersebut menandakan bahwa terdapat kerugian akibat tidak dapat menangkap willingnes to pay konsumen.


Read more...

Divergence|Success of Branding

Telah disebutkan dalam postingan sebelumnya bahwa saya pribadi lebih percaya pada konsep divergence dibandingkan dengan convergence. Saya percaya bahwa ke depannya, kategori akan semakin terbagi sehingga menambah pilihan konsumen. Paham ini saya anut dari Al Ries dan Jack Trout yang tertulis di berbagai buku mereka.

Kali ini, saya akan menyajikan artikel langsung yang berasal dari http://ries.com



Forget evolution. It's divergence that drives branding success.
By Al Ries for Ad Age.com : 10/2005


Why are General Motors and Ford in trouble? Why did Delta, Northwest, US Airways and United Airlines go bankrupt? Why were Coca-Cola C2 and Pepsi Edge such notable failures?

One answer might be ?divergence.? Over time, every category breaks up into multiple categories, creating chaos for companies that try to keep their brands in the mainstream of the market.

Divergence is the least understood, most powerful force in the universe. In his book, The Origin of Species, Charles Darwin called divergence the driving force that creates a new species.

In our book, The Origin of Brands, we use Darwin?s concept to describe the process that takes place in the creation of a new category. What starts off as a single category (the mainframe computer, for example) winds up as multiple categories: mainframes, mid-range, desktops, laptops, handhelds, servers, etc.

Each of these developing categories represents an opportunity to build a new brand. Digital, Compaq, Dell and Palm, for example.

There are two forces at work in nature, according to Darwin. One is a gradual change

from an ancestral to a current condition.

(A process biologists call ?anagenesis.?)

The other is divergence, a splitting

of the ancestral tree to create new branches.

(Biologists call this ?cladogenesis.?)

Anagenesis produces strawberries the

size of plums. It just won?t turn a strawberry

into a plum. It takes cladogenesis or divergence to do that.

Darwin called the first force ?natural selection,? or the survival of the fittest. The competition between individuals improves the species.

Two hundred years ago, the average American adult male was 5 feet 7 inches tall. Today the average American adult male is 5 feet 9 inches tall. That?s evolution at work.

The second force of nature is the principle of ?divergence.? Random changes
or mutations create an incipient new species and then the competition between species drives them apart.

The first portable computer, introduced in 1982 by Compaq Computer, weighed 18 pounds. Essentially a slimmed-down desktop with a handle, the product was called a ?luggable? computer by many users.

Compare today?s desktop with today?s portable computer (now called a laptop.) On my desk is a Dell computer (29 pounds), a Sony monitor (17 pounds) and a Microsoft keyboard and mouse (3.5 pounds). Total weight: 49.5 pounds.

On the road, however, I carry a Toshiba Protege which weighs just 4.5 pounds. No longer can you put a handle on a desktop computer and call it a ?portable.?
The portable or laptop computer has diverged from the desktop computer.

The process never stops. Today the laptop category is in the process of dividing into full-featured machines that weigh 6 to 8 pounds and ultra-light machines that weigh 3 to 4 pounds.

If you?re in the laptop computer business, your instincts might lead you in the opposite direction. If you think of ?the? customer as a single identity, you might try to satisfy the customer?s every wish.

As a result, you might decide that your laptop computer needs to be a compromise. As full featured as possible and as light as possible. In other words, you would put your product right in the middle of the market where there is no market.

In Darwin?s words, ?nature favors the extremes.? The ?sweet spot? of a market is an illusion that soon gives way to multiple sweet spots. So which spot do you want your brand to occupy?

Darwin writes about a human example of the pressure that nature exerts on species to diverge. ?As with mariners shipwrecked near a coast, it would have been better for the good swimmers if they had been able to swim still further, whereas it would have been better for the bad swimmers if they had not been able to swim at all and had stuck to the wreck.?

If sailors were a species, given enough time and enough shipwrecks, there would eventually be two species of sailors: swimmers and non-swimmers. Again, the mushy middle is the place to avoid.

Look at department stores. Wal-Mart and Target are doing well at the low end
and Saks Fifth Avenue, Neiman Marcus and Nordstrom are doing well at the high end. It?s Sears and JC Penney that are caught in the mushy middle.

In groceries, Wal-Mart has become the leading chain at the low end while Whole Foods is rolling along at the high end. It?s the supermarket chains in the middle that are having problems. Kroger, the largest pure grocery chain, lost $100 million last year while Whole Foods made $137 million.

In automobiles, low-priced brands like Hyundai, Mazda and Kia are doing great and so are high-priced brands like Lexus, Mercedes-Benz and BMW. General Motors and Ford with their mid-priced brands are slowly getting crushed. (Hyundai, Mazda and Kia sold 838,405 vehicles in the U.S. last year.)

In air travel, no-frills airlines like Southwest, Airtran and JetBlue are flying high along with NetJets and the corporate jet market at the high end. It?s the traditional airlines like American, United and Delta that are suffering in the mushy middle.

In carbonated beverages, Coca-Cola (150 calories) and diet Coke (0 calories) are big successes while its half-and-half brand C2 (75 calories) has gone nowhere.

If you want your company to live a long and happy life, it?s not enough to ?evolve? your brands to keep up with competition. You also need to look for opportunities to launch new brands to take advantage of diverging categories.

Toyota responded to the pressure to diverge by introducing Lexus, a high-end brand which has become the largest-selling luxury car in America. Dell is doing the same thing. An enormous success at the low end of the computer market, Dell just announced its XPS brand, a line of desktop and laptop computers to be marketed as luxury models.

In the world of business, you need to practice divergence as well as evolution.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Essential Skills for Marketing Manager

List skill dan pengetahuan ini diambil dari buku According to Kotler. Tujuannya adalah untuk memberikan arahan bagi mereka yang ingin memulai karier dalam bidang marketing dan ingin menjadi manager marketing dari suatu perusahaan.

Skill dan informasi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:
1. Market research
2. Negotiation
3. Pricing
4. Product Development
5. Communication
6. Managing Sales Force
7. Distribution
8. Analisa laporan keuangan dan valuasi bisnis
9. Media placement, advertising dan PR
10. Matematika dan statistik yang kuat ( untuk forecasting, dan sebagainya)
11. Berpikir kreatif

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Kasus Bank Summa

PT Astra International Tbk merupakan salah satu kelompok bisnis terbesar di Indonesia, yang didirikan sejak tanggal 20 Februari 1957 oleh William Soeryadjaya. Perusahaan ini telah tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tanggal 4 April 1990. Saat itu William Soeryadjaya sempat menjadi orang terkaya nomor 2 di Indonesia. Namun kejayaan William Soeryadjaya tidak berlangsung lama. Hal ini disebabkan oleh kejatuhan Bank Summa yang dimiliki oleh putra sulungnya, Edward Soeryadjaya, yang berniat "membalap" sang ayah.

Edward mulai dengan mendirikan Summa Internasional Bank Ltd. tahun 1979 di Port Vila, Vanuatu, dengan modal 25 juta dollar AS. Setahun kemudian ia membidik HongKong, dan dari sana Edward melanglang ke Jerman. Tiga tahun kemudian, Edward berpatungan dengan pengusaha HongKong melebarkan sayapnya ke Indonesia, dengan mendirikan Summa International Finance Co. Ltd. (kemudian menjadi Indover Summa Finance, usaha patungan dengan anak perusahaan Bank Indonesia, Indover). Bisnis Edward maju pesat. Ia memborong saham sejumlah perusahaan besar, seperti Bank Asia, yang kemudian namanya menjadi Bank Summa. Selain itu, ia ikut memiliki Bandung Indah Plaza, Hotel Mirama (Surabaya), Hotel Sabang (Jakarta), dan berbagai macam bisnis properti dan keuangan. Edward juga dikenal "murah hati" karena memodali bisnis teman-temannya.

Bank Summa mengalami musibah karena kreditnya yang sebagian besar disalurkan kepada grup perusahaan sendiri ( Summa Grup ) ternyata macet, karena proyek-proyek yang dibiayainya gagal. Summa merugi Rp 591 miliar. Dari Rp 1,5 triliun total kredit yang disalurkannya, Rp 1 triliun di antaranya macet.
Pada tahun 1990 pemerintah memberlakukan kebijakan uang ketat yang mengakibatkan Bank Summa semakin mengalami kesulitan likuiditas. Tidak lama setelah adanya kebijakan tersebut, dikabarkan Bank Summa benar-benar mengalami krisis keuangan yang hanya bisa diatasi dengan suntikan dana segar. Tapi Williem Soeryadjaya tidak melakukannya. Dia mengirimkan pasukan penyelamat dari Astra, perusahaan miliknya. tetapi Bank Summa tetap merana. Pada Juni 1992, Williem mengambil alih 100 persen saham Bank Summa.

Kesehatan Bank Summa tetap memburuk meskipun beberapa bank telah memberikan bantuan pinjaman. Hal ini dikarenakan jumlah utang yang terlalu banyak, ditaksir mencapai Rp 1,7 triliun. William pun melakukan beberapa upaya penyelamatan dengan menjaminkan seratus juta lembar saham Astra Internasional senilai sekitar Rp 1 triliun, meminta jasa Mu’min Ali dari Bank Panin untuk memberikan konsultasi manajemen, meminta bantuan dana dari pemerintah dan juga menandatangani kontrak penyelamatan dengan 30 pengusaha dari group Prasetya Mulya. Tetapi semua dana tersebut juga tidak dapat menutupi hutangnya.

Vonis pun jatuh pada tanggal 14 Desember 1992, Bank Summa dilikuidasi pemerintah berdasarkan UU Perbankan 1992. Pada saat dilikuidasi, aset Bank Summa hanya tinggal Rp 700 miliar dari jumlah semula Rp 1,9 triliun Akhir dari krisis Bank Summa, William harus rela melepaskan sebagian besar sahamnya di PT Astra Internasional yang berjumlah 100 juta lembar. Lalu dibentuklah tim likuidasi oleh BI. Tim itu butuh waktu lebih dari dua tahun untuk mengembalikan uang nasabah. Tim tersebut menentukan prioritas mana dari kewajiban Summa yang harus segera diselesaikan. Rupanya, pajak pemerintah menjadi prioritas pertama. Baru kemudian pesangon karyawan dan para kreditur. Ternyata, kreditur kecil yang punya uang di Summa sekitar Rp 10 juta, termasuk prioritas paling bawah, padahal jumlah mereka sekitar 9000 orang. Itu pun masih pakai syarat: jika aset Summa terjual hanya 50 persen, maka nasabah kecil itu hanya akan dibayar 50 persen dari deposito atau tabungannya.
Banyak pihak yang dikabarkan akan membeli aset Summa. Di antaranya penyanyi pop Rinto Harahap yang "maju" dengan bendera grupnya Siti Hardijanti Rukmana alias Mbak Tutut. Tapi Rinto belakangan urung membeli Summa. Berbagai pihak yang juga mendekati Summa tak kunjung membuahkan hasil.

Dari hasil pelacakan TLBS, ditemukan jumlah tagihan Bank Summa sebesar Rp 1,646 triliun dan kewajibannya sebesar Rp 1,455 trilyun. Sebelum dilakukan pencabutan izin, Bank Summa telah melunasi utangnya kepada 166.378 penabung yang mempunyai simpanan di bawah Rp 10 juta. Untuk melakukan pembayaran tersebut, TLBS meminta bantuan dana dari konsorsium 13 bank nasional, sebesar Rp 131 milyar. Kemudian untuk menjamin pengembalian utang Bank Summa, William Soeryadjaya telah memberikan jaminan pribadi yang didukung 31 aset Grup Summa.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Pakto 1988 dan Dampaknya Terhadap Perekonomian

Pemerintah bersama BI melangkah lebih lanjut dalam deregulasi perbankan dengan mengeluarkan Paket Kebijakan 27 Oktober 1988 (Pakto 88) yang menjadi titik balik dari berbagai kebijakan penertiban perbankan 1971-1972. Pakto 88 adalah aturan paling liberal sepanjang sejarah Republik Indonesia di bidang perbankan. Pemberian izin usaha bank baru yang telah diberhentikan sejak tahun 1971 dibuka kembali oleh Pakto 88.

Hanya dengan modal Rp 10 milyar maka seorang pengusaha bisa membuka bank baru. Dan kepada bank-bank asing lama dan yang baru masuk pun diijinkan membuka cabangnya di enam kota. Bahkan bentuk patungan antar bank asing dengan bank swasta nasional diijinkan.Reserve requirement bank lokal dari 15% menjadi 2%. Kebijakan Pakto tersebut menyebabkan peningkatan uang yang beredar di pasar.
Pakto 88 memberikan kemudahan untuk mendirikan bank swasta baru, memberikan izin bagi perusahaan asing untuk beroperasi di luar Jakarta, memberikan kemudahan bagi bank sehat untuk ekspansi (dengan cara memberikan kredit). Dengan kata lain, kebijakan Pakto 1988 merupakan kebijakan agresif untuk ekspansi.
Dengan berbagai kemudahan Pakto 88, jumlah bank komersial naik 50 persen dari 111 bank pada Maret 1989 menjadi 176 bank pada Maret 1991. Banyaknya jumlah bank membuat kompetisi pencarian tenaga kerja, mobilisasi dana deposito dan tabungan juga semakin kompetitif.

Perusahaan yang diberikan kredit pun memiliki kesempatan untuk berkembang secara agresif. Pertumbuhan agresif perusahaan perusahaan di Indonesia menyebabkan tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia setelah tahun 1988.



Penyebabnya, walaupun uang yang beredar di masyarakat tinggi, namun sebagian besar digunakan untuk perusahaan. Dapat dilihat dari tingkat inflasi pada tahun-tahun tersebut yang relative lebih terkendali dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


Hal tersebut menandakan bahwa perusahaanlah yang memutar roda perekonomian.
Pertimbangan pemerintah adalah tahun 1988 dijadikan tahun untuk ekspansi dan tahun 1991 – 1994 untuk menguatkan perbankan Indonesia. Namun kebijakan yang terlalu bebas tersebut menyebabkan banyak pihak yang dirugikan karena tidak profesionalnya bank ( terutama dalam memberikan pinjaman kredit).

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List




Read more...