Advertising dan Otak Manusia

Banyak perusahaan yang mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk mengiklankan produknya ataupun brand perusahaan. Dan setiap tahunnya, dana untuk beriklan semakin bertambah. Beberapa alasan penambahan budget iklan misalnya :
1. Bertambahnya jumlah produk baru
2. Semakin ketatnya persaingan
3. Expand atau memperbesar pasar
4. Program promo
5. Dll

Tujuan dari advertising adalah untuk menyampaikan message tertentu kepada konsumen. Konsep dasarnya adalah hal pernyataan diatas. Dari pernyataan tersebut dapat ditarik substansi bahwa :
1. Advertising adalah perpanjangan tangan perusahaan / suatu alat untuk berhubungan dengan konsumen
2. Message yang disampaikan adalah konsep tertentu. Semakin tajam dan simple suatu message, semakin baik advertising tersebut
3. Message tersebut diterima oleh konsumen. Dengan kata lain, ketika membuat atau merancang konsep dan pelaksanaan advertising, produsen harus menempatkan diri pada posisi konsumen.

Lalu, apa hubungannya dengan otak manusia? Message yang disampaikan kepada konsumen akan diterima konsumen dan disimpan dalam benaknya. Setelah disimpan, lalu kemudian apa yang terjadi? Masing-masing konsumen akan melupakan informasi tersebut dalam jangka waktu yang berbeda-beda antar iklan yang satu dengan iklan yang lain. Sebutkan iklan yang paling menarik Anda pada tahun 1990. Apakah Anda masih mengingat iklan tersebut? Padahal iklan hanya berdurasi 30 detik, namun sulit untuk diingat.

Kalau begitu, apa gunanya iklan tersebut ditayangkan terus-menerus sepanjang tahun? Sadarkah Anda bahwa apabila Anda melihat suatu brand / merek yang telah lama beriklan, walaupun Anda tidak mengingat iklan tersebut, Anda seakan-akan memiliki suatu perasaan, image dan informasi mengenai brand/produk tersebut. Alasannya adalah karena informasi yang disampaikan oleh advertiser akan disimpan di otak bawah sadar manusia. Jadi, walaupun iklan tersebut telah dilupakan, tetapi informasi mengenai brand tersebut masih tertanam dengan kuat.

Pengaruh informasi di alam bawah sadar konsumen akan terlihat pada saat proses pembelian. Pada saat membeli, sebenarnya konsumen lebih berfokus kepada emosional dibandingkan dengan rasional. Bahkan tidak sedikit konsumen yang tidak mengetahui alasan untuk membeli sesuatu. Mereka membeli hanya karena ingin membeli (impulse buying. Pada proses pembelian secara impulse lah alam bawah sadar konsumen akan bekerja untuk menentukan barang mana yang akan dibeli, mengapa,dsb. Konsumen tidak akan menyadari proses tersebut.

Dengan demikian, advertisement yang baik adalah yang dapat menyentuh hingga alam bawah sadar konsumen ^^