Asymetric Information

Asymetric information, sesuai dengan namanya adalah terjadinya ketidak seimbangan atau tidak seragamnya suatu informasi antara seseorang dengan orang yang lain. Misalnya, ada orang yang mengetahui banyak informasi mengenai dunia kedokteran, sedangkan memiliki sedikit informasi mengenai bisnis.

Kejadian tersebut dapat disebabkan oleh banyak hal, baik dari sisi internal ataupun eksternal. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan asymetric information misalnya:
1. Perbedaan bahasa, adat istiadat, personality individu
2. Perbedaan lokasi tempat tinggal
3. Perbedaan kemampuan berpikir dan mencerna informasi
4. Perbedaan aktivitas antar individu
5. Dll

Dalam dunia bisnis, adanya asymetric information pada dasarnya menandakan bahwa adanya peluang dalam meningkatkan atau menurunkan keuntungan perusahaan. Bayangkan Anda adalah supplier suatu barang yang akan membuat perjanjian jual beli dengan perusahaan X. Perusahaan X tidak mengetahui informasi mengenai harga pasar barang Anda, jumlah yang beredar, supplier lain,dsb. Sedangkan Anda mengetahui hal tersebut. Maka yang pada umumnya dilakukan adalah dengan menaikkan tingkat harga yang mendekati kemampuan membeli perusahaan tersebut. Dengan kata lain, supplier mendapatkan keuntungan dan perusahaan mendapat kerugian secara ekonomi (economic loss). Sesungguhnya, banyak sekali peluang yang dapat diambil dengan memanfaatkan hal tersebut.

Informasi adalah segalanya. Seseorang/perusahaan yang dapat memperoleh informasi lebih dahulu dibandingkan dengan kompetitornya dan dapat mengolahnya dengan baik, maka perusahaan atau orang tersebut dapat memperoleh keuntungan yang banyak. Peluang hanya didapat oleh mereka yang memiliki informasi.

Bagaimana menurut Anda?
Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Jobs that Match Your Personality (MBTI)

Setelah melakukan test MBTI pada postingan berjudul Your Personality, akan diketahui mengenai personality type Anda. Sebenarnya, tes yang ditawarkan sangatlah bervariasi dan diberikan juga report yang menyeluruh. Namun, tes-tes yang ditawarkan tidaklah gratis. Berikut ini, yang diberikan adalah jenis pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian.

Silahkan Anda ClICK DISINI bila belum mengetahui tipe kepribadian Anda





Gambaran diatas bukanlah suatu patokan dan bukanlah kartu mati. Banyak jenis pekerjaan yang dapat dilakukan oleh tipe kepribadian tertentu. Dan tentunya, karena manusia terus belajar,berubah dan berkembang, maka terdapat kemungkinan terjadi perubahan personality dan skill yang dimiliki. Sehingga, bisa saja tipe personality ESTJ sangat ahli dalam melakukan pekerjaan yang INTP.

Namun gambaran tersebut dapat membantu untuk memetakan jalan seseorang dan mengetahui gambaran besar mengenai keahlian suatu individu. Misalnya, saya yang bertipe INTP, cocok dengan pekerjaan yang berhubungan dengan sains, rekayasa/teknik,riset, matematika, pengajar, filsafat,psikologi cendekiawan. Artinya apa? Artinya adalah kemungkinan besar bahwa skill yang saya miliki berhubungan dengan otak kiri. Saya juga adalah orang yang cenderung logis, mementingkan detail, objektif, dan sebagainya.

Tidak hanya kelebihan, namun juga dapat diperkirakan mengenai kekurangan yang dimiliki. Saya yang bertipe INTP mungkin kurang dalam hal emosi, kreativitas,dsb.Sehingga yang kemudian dapat dilakukan adalah mempertajam skill (sesuai dengan kelebihan) dan menutupi kekurangan yang ada.


Apakah Anda dapat memperoleh gambaran mengenai diri Anda? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengembangkan diri?

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

How to Activate Your Left and Right Brain

Dalam melakukan pekerjaan, setiap kali kita berpikir atau membayangkan sesuatu. Seperti yang kita ketahui bersama, kita berpikir menggunakan otak kiri, membayangkan (proses kreatif dan imajinasi) menggunakan otak kanan. Namun, sebenarnya, dalam melaksanakan sesuatu pekerjaan, seseorang dituntut menggunakan otak kanan dan otak kiri agar maksimal.

Pernahkah merasakan ketika membaca buku pelajaran atau mendengar penjelasan dari dosen atau guru, kalian merasa mengantuk, atau sering melamun? Pada saat itu, kita akan mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi. Apa sebenarnya yang terjadi? Apakah karna otak kiri kita yang overload / menampung terlalu banyak beban(pemikiran).

Sebenarnya, pada saat kita terlalu banyak aktivitas yang menggunakan logika, maka otak kiri kita akan bekerja dengan keras. Otak memiliki kecenderungan untuk saling mengimbangi antara kerja otak kiri dan otak kanan. Sehingga pada saat otak kiri bekerja dengan keras, karena tidak ada yang dapat dikerjakan oleh otak kanan, maka otak kanan itu akan melakukan kegiatan yang sangat sederhana, yaitu menganggur. Sehingga yang terjadi adalah kinerja otak kiri dan otak kanan tidak searah / bertolak belakang, sehingga menyulitkan untuk berkonsentrasi.

Dibawah ini adalah cara-cara untuk mengaktifkan otak kiri yang dapat dilakukan sebelum memulai pekerjaan, yaitu
1. Mencubit atau mengusap-usap punggung tangan kanan. Dengan demikian, dapat memberikan rangsangan yang menyebabkan seluruh fungsi otak kiri menjadi aktif.
2. Melakukan perhitungan sederhana, yaitu misalnya tambah-tambahan, perkalian, atau mengurutkan angka. Misalnya, urutkan 10 bilangan prima dimulai dari angka 100, dan sebagainya.
3. Ucapkan kata-kata yang yang cukup susah, terutama dalam bahasa inggris, misalnya sheep,sheet,six,ship,dll.

Dibawah ini adalah cara mengaktifkan otak kanan yang dapat dilakukan sebelum memulai pekerjaan, yaitu
1. Mencubit atau mengusap-usap tangan kiri
2. Mendengarkan musik kesukaan
3. Bangkitkanlah emosi-emosi yang positif, misalnya senang,relax,dsb.
4. MELAMUNLAH... Hal ini mungkin aneh didengar, namun ternyata melamun sangatlah efektif dalam meningkatkan kinerja otak kanan.

Semoga dengan tips-tips diatas, kita dapat meningkatkan kinerja dalam melaksanakan suatu pekerjaan sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Jadilah produktif karena dapat memaksimalkan kinerja otak kiri dan otak kanan. Bagaimana pendapat Anda?

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Your Personality

Untuk setiap orang yang ingin mengenal diri sendiri dengan lebih baik, ada 1 cara yang cukup efisien, yaitu dengan menggunakan MBTI. MBTI adalah kepanjangan dari (MYERS-BRIGGS Type Indicator) yang menggunakan 4 indikator untuk kepribadian seseorang, yaitu



Dengan demikian, terdapat 16 tipe kepribadian, misalnya INTP,ENTP,dsb.
Bagaimana cara untuk mengetahui tiper personality Anda?

Untuk mengetahui tipe kepribadian Anda, silahkan KLIK DISINI

Teknik MBTI tersebut telah dipakai oleh cukup banyak perusahaan besar yang ada di Indonesia untuk mencari karyawan baru. Tujuannya adalah untuk menempatkan orang yang tepat di posisi yang tepat juga.

Bagi Individu, indikator tersebut dapat berguna untuk memberikan informasi mengenai bakat,kepribadian,kekurangan, apa yang harus dikembangkan, dan sebagainya.
Apa tipe kepribadian Anda?

Silahkan kunjungi post berjudulJobs that Match Your Persoality untuk mendapat rekomendasi pekerjaan yang sesuai dengan personality Anda

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Interesting Story about a Hospital in Malaysia

Kali ini saya akan menceritakan suatu pengalaman menarik orang tua saya yang baru pulang dari Malaysia. Sebelumnya saya ingin memberitahu terlebih dahulu bahwa saya bukan orang yang fanatik, saya tidak dibayar (><) untuk menceritakan ini.

Tujuan orang tua ke Malaysia adalah untuk mengobati mata ayah saya. Di Malaysia, mereka tidak hanya berdua, mereka juga ditemani oleh 1 saudara saya (wanita berusia 50an) yang berobat karena terjadi pengapuran di kaki.


Rumah sakit yang dikunjungi berada tidak jauh dari Timberland, Malaysia. Setelah mata ayah saya diperiksa, ternyata dapat disembuhkan hanya dengan obat. Namun, saudara saya ternyata terdapat benjolan di payudara dan empedunya terselimuti dengan lemak. Sebelumnya, wanita tersebut telah 3 kali berkunjung ke rumah sakit tersebut dan memiliki dokter tetap. Sekarang, yang memeriksa adalah dokter lain. Tapi, dokter baru ini ternyata telah berdiskusi dengan dokter sebelumnya dan sudah memiliki data mengenai saudara saya.

Saudara saya dianjurkan untuk operasi payudara dan empedu. Sebagai informasi, biaya untuk 1 kali operasi adalah 1.500 – 2.000 Rm. Seharusnya, saudara saya dikenakan 3000-4000 RM, namun dokter tersebut berkata,” Ibu, ibu dioperasinya langsung saja 2 2 nya, jadi biayanya kurang dari 2500 RM.” Alhasil tawaran tersebut diterima dan kini hasil operasinya SUKSES.

Ada peristiwa lebih menarik lagi. Orang tua saya melihat ada seorang anak dan ibunya berbicara dengan dokter (bahasa melayu). Kaki anak tersebut ternyata memiliki kelainan (kata ibu saya sih bengkok) dan ibu sang anak tidak mempunyai uang untuk pengobatan. Sang dokter ternyata mengambil keputusan yang sangat MENGEJUTKAN. Sang dokter mengajak 1 rekannya, kemudian mengoperasi sang anak TANPA BIAYA OPERASI SAMA SEKALI. Yang perlu dibayar oleh ibunya hanyalah untuk rawat inap saja. Kedua cerita tersebut menandakan bahwa rumah sakit tersebut tidaklah komersil dan mementingkan nilai kemanusiaan. Sangat mengharukan.

Cerita-cerita tersebut adalah cerita yang menurut saya perlu disebarluaskan, agar dapat memberikan inspirasi bagi rumah sakit-rumah sakit yang ada di Indonesia.
Apa hubungannya dengan bisnis? Yang paling berhubungan adalah mengenai CSR atau Corporate Social Responsibility ( tanggung jawab sosial perusahaan). Dapat dilihat bahwa bahkan dokter (seorang individu) dapat menjalankan social responsibility untuk perusahaannya. Jadi, CSR dapat dilakukan baik dengan skala kecil maupun skala besar oleh SETIAP INDIVIDU perusahaan. Pada akhirnya, kebijakan yang diambil oleh individu-individu perusahaan,dapat mengharumkan nama perusahaan dan meningkatkan Brand perusahaan tersebut.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah mendapatkan pengalaman menarik di rumah sakit Indonesia? Jujur saya belum pernah dirawat di rumah sakit >< dan jangan pernah yah ^^.
Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

The Reason Why People Buy Something

Dengan bertambahnya banyak ilmu mengenai persuasi,penjualan,hypnosis, tenaga penjual seakan-akan memiliki peluru/ amunisi yang banyak untuk menghadapi penjualan. Namun,terkadang para penjual melupakan sesuatu hal yang mendasar, namun sangat penting. Mereka terkadang lupa mengenai pertimbangan konsumen untuk membeli sesuatu.

Tenaga penjual terkadang berusaha untuk “memaksa” konsumen untuk membeli sesuatu dengan cara yang menurut saya kurang bijak. Diharapkan agar dengan “paksaan” tersebut, terjadi penjualan yang tinggi. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa semakin kuat hubungan/relasi yang baik dengan konsumen, maka usaha yang dijalankan akan semakin baik sehingga tenaga penjual seharusnya menjalin hubungan yang baik dengan konsumen.



Menurut Anthony Robbins dalam The Power of Influence, terdapat 3 hal yang menjadi pertimbangan konsumen terhadap suatu produk yang pada akhirnya membuat konsumen membeli atau tidak, yaitu ERBN,LRBN dan DRAB
ERBN = Emotional Reasons to Buy Now / Alasan emosional untuk membeli sekarang,
LRBN = Logical Reasons to Buy Now / alasan berdasarkan logika untuk membeli sekarang,
DRAB = Dominant Reason to Avoid Buying / alasan untuk tidak membeli.

Penjualan hanya terjadi jika ERBN+LRBN > dari DRAB. Untuk itu, tenaga penjual harus mengetahui apakah konsumen tersebut cenderung mempertimbangkan sesuatu berdasarkan logika atau emosi. Setelah mengetahui, cobalah untuk meningkatkan alasan untuk membeli produk sesuai dengan kecenderungan konsumen.

Cara yang lain adalah dengan menurunkan DRAB. Caranya adalah dengan menjelaskan kepada konsumen kenapa dia harus membeli, dan apa yang terjadi apabila dia tidak membeli. Biasanya manusia akan berusaha sekuat tenaga untuk menghindari kerugian akibat tidak melakukan sesuatu, misalnya takut kehilangan pendapatan, takut sakit, dan lain-lain. Sehingga tenaga penjual harus menemukan rasa takut konsumen yang terbesar dan mengingatkan konsumen akan hal tersebut. Cara mengetahuinya adalah dengan memberikan pertanyaan (tidak langsung tentunya).

Hal yang perlu diingat adalah konsumen tidak membeli produk, tapi mereka membeli solusi. Jadi, sangatlah perlu bagi konsumen untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan berusaha dengan semaksimal mungkin untuk membantu. Berikanlah yang terbaik untuk konsumen Anda dan jalin hubungan jangka panjang, maka penjualan pasti akan meningkat.

Bagaimana menurut Anda?
Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Salah Satu Faktor Kesuksesan XL

Sempat beberapa waktu yang lalu mendengarkan lecture mengenai relationship marketing yang dibawakan oleh pembicara dari salah satu provider dari industri telekomunikasi. Tema lecture pada hari itu adalah perpindahan dari era produsen menuju ke era konsumen. Namun, hal yang menarik perhatian saya adalah mengenai peningkatan yang signifikan pada jumlah pelanggan XL. Salah satu strategi XL yang menurut saya menyebabkan peningkatan yang siginfikan dalam beberapa tahun terakhir adalah melakukan penggabungan produk.


Perusahaan-perusahaan telekomunikasi besar pada umumnya memiliki banyak lini produk. Indosat sendiri memiliki lini produk sebanyak 4, yaitu Matrix,Mentari,IM3,Starone. XL pun sempat mengeluarkan banyak brand produk, namun beberapa waktu lalu, jumlah brandnya menyusut hingga menjadi 2, yaitu Xplor dan XL Bebas. Produk-produk Xl yang terdahulu diberikan kesempatan atau kemudahan untuk diubah menjadi XL Bebas. Apa yang menjadi pertimbangan XL?

Setelah beberapa saat berpikir, kemudian saya memiliki sebuah jawaban, yaitu Bandwagon Effect. Apakah bandwagon effect itu? Menurut Robert S. Pindyck dan Daniel L. Rubenfield dalam bukunya yang berjudul Microeconomics, bandwagon effect adalah effect yang disebabkan karena adanya peningkatan desire atau keinginan atas suatu produk karena terjadinya peningkatan jumlah pemakai produk tersebut. Contoh paling signifikan adalah pada dunia telekomunikasi. Bayangkan bila pelanggan provider tertentu hanyalah 1 orang saja, maka keinginan orang untuk menjadi pelanggan provider tersebut sangatlah sedikit. Penjelasan bandwagon effect adalah sebagai berikut.



Demand konsumen terhadap produk XL adalah D1. Kemudian XL menurunkan harga dari layanan-layanannya (telepon, sms,dll) sehingga harganya menjadi P2. Seharusnya, Quantity atau jumlah pelanggan adalah sebanyak Q’. Namun karna adanya penambahan jumlah pelanggan, maka pelanggan provider lain juga terpengaruh untuk menjadi pelanggan XL (bandwagon effect). Sehingga jumlah pelanggan total menjadi Q2. Dengan demikian, muncul kurva demand baru. Impact bandwagon effect dalam kurva demand adalah membuat kurva demand menjadi lebih elastis terhadap harga.

Lho!? Kalau gitu, semua provider juga mendapatkan keuntungan karena bandwagon effect? Jawabannya adalah IYA. Namun, dengan strategi penggabungan produk menjadi XL Bebas, maka XL dapat memaksimalkan bandwagon effect, sementara provider lain tidak mendapat pengaruh sebesar XL. Alasannya adalah beberapa provider (terutama provider besar) memiliki banyak lini produk, sehingga konsumen provider tersebut menjadi terkotak-kotak. Seperti yang kita ketahui bersama, biaya untuk menelpon atau SMS antar produk (provider) lebih mahal dibandingkan menelpon atau SMS sesama pengguna produk.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah,” kalau demikian, kenapa pelanggan tidak pindah ke provider lain yang lebih murah, misalnya 3?” Mungkin ada beberapa konsumen yang pindah ke provider tersebut. Namun di sini pertimbangannya adalah jumlah pelanggan Xl dan 3 yang berbeda signifikan. Sesuai dengan bandwagon effect, produk yang digunakan oleh banyak konsumen memiliki value yang lebih dibandingkan dengan yang sedikit. Penjelasan kedua adalah mengenai masalah ekspektasi konsumen. Telah dibahas sebelumnya pada postingan berjudul 22 immutable law of marketing part ½, konsumen pada akhirnya akan memilih brand dengan peringkat 1,2 atau ke 3 sehingga perpindahan pelanggan lebih terpusat pada Telkomsel, Indosat, dan XL. Namun di sini, terlihat bahwa XL dapat memanfaatkan peluang tersebut untuk tumbuh dibandingkan dengan pesaingnya.

Apakah Anda ingin menggunakan XL?
Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Snob Effect and Discount

Dalam dunia marketing, terdapat fenomena dimana short term effect dari kegiatan marketing suatu perusahaan sering berbeda dengan long term effect dari kegiatan marketing yang sama (seperti yang pernah dijelaskan pada post yang berjudul 22 Immutable Law of Marketing Part ½). Disebutkan juga bahwa diskon atau kupon yang biasanya diberikan oleh perusahaan, hanya memberikan keuntungan jangka panjang saja dan dapat memberikan kerugian dalam jangka panjangnya.

Kali ini akan dicoba membahas fenomena tersebut dari sudut pandang ekonomi mikro (microeconomics) untuk luxury product dan produk yang ekslusif. Mengapa dari sudut pandang microeconomics? Mungkin sebenarnya dapat dijelaskan dengan cara lain, namun dengan pendekatan mikro, dapat diperoleh jawaban secara lebih konkret.

Fenomena yang terjadi adalah sebagai berikut. Ketika suatu perusahaan berusaha menurunkan harga melalui diskon hingga price bergeser menjadi P2, perusahaan mengharapkan agar Q yang terjual adalah Q’ (sesuai dengan D1/Demand 1). Namun yang terjadi adalah konsumen yang membeli produk tersebut berkurang, yaitu hanya sebanyak Q2/Quantity 2 sehingga kurva demand shift menjadi D2. Dengan demikian terbentuklah demand baru (new demand) untuk brand / perusahaan tersebut, demikian seterusnya.



Penjelasannya adalah pada snob effect dimana konsumen akan berusaha / tertarik untuk membeli produk yang ekslusif dan mahal. Ketika perusahaan / brand menurunkan harganya, apalagi karena diskon, maka perusahaan tersebut menurunkan snob value produk / brand tersebut (dengan kata lain, terjadi penurunan customer value). Alasannya adalah karena barang mahal,antik dan ekslusif tersebut digunakan sebagai simbol oleh target segment-nya. Ketika kualitas/ image simbol tersebut menjadi buruk, maka konsumen akan pindah ke produsen / brand lain.

Silahkan didiskusikan ^^
Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Sources of Organizational Culture

Apabila sebelumnya telah dibahas mengenai pentingnya budaya organisasi dalam suatu perusahaan dalam postingan yang berjudul Corporate Culture as a Core Competence, maka pada kesempatan kali ini yang akan dibahas adalah sumber-sumber budaya organisasi.

Menurut Gareth R. Jones dalam bukunya yang berjudul Organizational Theori, Design and Change, sumber dari budaya organisasi ada 4, yaitu :

1. Karakter individu yang ada dalam suatu organisasi. Organisasi adalah kumpulan orang dalam suatu wadah yang memiliki tujuan yang sama. Dengan kata lain, tingkah laku,pola pikir, dan personality organisasi merupakan kumpulan dari tingkah laku, pola pikir, dan personality individu. Dengan demikian, perusahaan sebaiknya memilih personality,values dan pola pikir calon karyawan terlebih dahulu sebelum direkrut sehingga dapat dengan mudah mengatur budaya organisasi sesuai dengan yang diinginkan.

2. Kebijakan suatu individu organisasi untuk dapat mengakses fasilitas/resource yang dimiliki perusahaan. Perubahan kebijakan tersebut dapat menyebabkan terjadinya perubahan dalam value individu.

3. Struktur organisasi yang memiliki banyak unsur, yaitu bentuk struktur,karakterisik, communication flow, dan sebagainya. Detail lebih lanjut mengenai struktur organisasi dapat dilihat di web berikut

Organizational Structure Info
Organizational Structure Article

4. Nilai moral / value dari organisasi itu sendiri. Yang dimaksud pada point ini adalah nilai-nilai yang dianut oleh top management, pendiri perusahaan atau bahkan nilai moral yang sudah ditetapkan terlebih dahulu untuk suatu organisasi.

Setelah mengetahui sumber dari budaya organisasi, maka perusahaan/organisasi sebaiknya berusaha untuk dapat mengatur dan menjaga agar setiap unsur tersebut sesuai dengan yang dikehendaki perusahaan. Semakin bertumbuh besarnya suatu perusahaan, maka semakin besar unsur-unsur budaya tersebut berubah. Perusahaan yang semula memiliki bentuk organisasi yang flat akan berubah menjadi vertical seiring bertambahnya manager dan sebagainya.

Perusahaan yang tidak menyadari bahwa budaya perusahaan tersebut berubah seiring bertambahnya waktu, maka akan mengalami kesulitan bila perusahaan tersebut dihadapkan pada hambatan atau tantangan eksternal. Perusahaan yang bersangkutan akan menjadi lambat (tidak responsif) dalam menanggapi hambatan atau tantangan eksternal karena apabila hambatan atau tantangan eksternal datang, maka yang diuji adalah internal suatu perusahaan.

Bagaimana dengan perusahaan Anda

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Budaya Organisasi | Corporate Culture as a Core Competence

Perusahaan-perusahaan cenderung lebih berfokus pada strategi-strategi, misalnya pemasaran (memasang target,iklan, event, etc), produksi, keuangan, dan sebagainya. Pada umumnya, mereka mengabaikan norma-norma, kebiasaan-kebiasaan , atau bahkan budaya suatu perusahaan. Hal tersebut menurut saya pribadi sangatlah lazim karena banyak faktor/unsur yang harus terus diperhatikan.

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mencoba untuk mengingatkan (karena pada umumnya perusahaan telah mengetahui mengenai hal ini) bahwa budaya organisasi sangatlah penting bagi suatu organisasi.


Pertama, harus diketahui terlebih dahulu mengenai kelebihan dari suatu perusahaan terlebih dahulu (biasanya disebut dengan istilah core competences). Core competences merupakan suatu kelebihan yang ada dalam diri suatu perusahaan agar perusahaan tersebut dapat memiliki performance pada bidang tertentu yang melebihi perusahaan lain (biasanya disebut dengan istilah Distinctive Competences).

Core competences tersebut tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus dirancang oleh perusahaan. Core competences datang dari 2 sumber (pada pembahasan kali ini), yaitu

1. Specialized resources yang dapat berupa skill tertentu dari fungsi (functional skill) ataupun skill yang dimiliki oleh organisasi (biasanya skill dari top management).

2. Coordination Abilities. Merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola/ mengatur functional dan organizational resources agar resources tersebut dapat digunakan secara efektif dan efisien.

Menurut saya pribadi, dalam kedua sumber core competences perusahaan, terdapat 1 resource yang sangat memegang peranan penting, yaitu faktor manusia. Dan tentunya manusia hanya dapat bekerja secara maksimal apabila didukung oleh budaya perusahaan yang kondusif.

Robin Sharma dalam bukunya yang berjudul The Greatness Guide menulis demikian

“Salah satu keuntungan kompetitif yang paling dapat dipertahanan adalah mengembangkan apa yang saya sebut sebagai Budaya Kepemimpinan, karena semua tindakan perusahaan digerakkan oleh budaya. Kompetitor Anda akan meniru produk Anda jika produk itu bagus. Mereka juga akan meniru pelayanan Anda. Mereka akan meniru logo Anda, Namun mereka tidak akan pernah bisa meniru budaya Anda. Dan budaya Anda adalah satu-satunya hal yang membuat organisasi Anda Istimewa. Budaya organisasi Anda adalah sesuatu yang menentukan dan kemudian mendorong standar perilaku. Bagi saya, budaya adalah raja.”

Karena budaya-lah yang menentukan bagaimana perilaku perusahaan, maka kembangkanlah juga budaya yang baik sesuai dengan usaha Anda masing-masing. Terima kasih ^^

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Free Resale Right eBooks About Self Improvement

Apabila Anda ingin menjadi sosok pemimpin yang baik, maka yang Anda harus pertama kali lakukan adalah dengan melakukan pengembangan diri. Silahkan download/unduh eBook mengenai self improvement


Self Improvement Ebooks
Untuk kedepannya, saya juga akan mencari ebook2 untuk dibagikan ^^ terima kasih

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Crocs in Indonesia

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba membahas mengenai fenomena Crocs di Indonesia. Yang akan dibahas adalah mengenai strategi dan impactnya terhadap konsumen di Indonesia.

Ketika pertama kali masuk ke Indonesia, Crocs sempat menayangkan iklannya di TV yang bertujuan untu meningkatkan awareness masyarakat tentang keberadaan Crocs di Indonesia secara luas. Dikarenakan produknya yang sangat unik, maka masyarakat yang melihat iklan di TV tersebut menjadi tertarik karnanya. Alhasil, cukup banyak konsumen yang membeli.


Konsumen yang menggunakan sepatu Crocs tersebut akan menjadi pusat perhatian oleh karna produk Crocs yang memiliki bentuk, warna dan bahan yang unik. Masyarakat dengan sendirinya akan semakin aware terhadap Crocs dan menjadi tertarik untuk membeli, terutama bagi anak-anak dan remaja (karna warnanya yang bervariasi). Jadi, produk Crocs sendirilah yang menjadi pemeran utama dalam penjualan Crocs.

Faktor lain pendukung kesuksesan Crocs adalah kegiatan marketing Crocs,Inc. , terutama celebrity seeding. Dalam kegiatan tersebut, Crocs.Inc membagikan secara gratis produknya ke celebrity hollywood tertentu yang memiliki profile yang baik (high status). Nah, masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan untuk mengikuti trend luar negri (fashion), terutama artis-artis Indonesia. Crocs,Inc. sempat menjadi trend diluar negri. Hal tersebut menyebabkan banyak artis Indonesia yang kemudian menggunakan sepatu Crocs dalam setiap aktivitasnya (syuting,jalan2,dll). Dengan demikian, awareness Crocs di Indonesia meningkat dengan pesat.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

10 Industri Utama di Masa yang Akan Datang part 2/2

Berikut adalah penjelasan lanjutan mengenai industri utama di masa yang akan datang

6. Keamanan

Perkembangan pada bidang keamanan di masa yang akan datang mencakup pengembangan alat keamanan untuk pribadi/ individu, masyarakat, dan lingkungan. Keamanan yang dimaksud memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Pada jaman sekarang, yang telah terlihat adalah keamanan terhadap harta milik pribadi, misalnya chip untuk kendaraan, pengaman untuk atm dan kredit card,dll. Namun di kemudian hari, cakupannya akan menjadi lebih luas

7. Media hiburan

Industri entertainment menurut saya pribadi merupakan industri yang sangat menarik karena industri tersebut sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Sangatlah sulit menemukan 1 orang yang dalam kesehariannya tidak membutuhkan hiburan. Selain itu, industri hiburan sangat memungkinkan untuk mengeluarkan atau mengaplikasikan kreativitas seseorang sehingga ide-ide yang fresh dalam bentuk apapun dapat bermunculan.

Sehubungan dengan perkembangan industri komunikasi, maka media yang digunakan untuk hiburan akan semakin berkembang di kemudian hari.

8. Pendidikan dan Pembelajaran

Yang dimaksudkan adalah mengenai pengembangan dari sisi cara, media, dan sistem distribusi pendidikan / pembelajaran. Sumber-sumber pendidikan dan pembelajaran pun akan meningkat dengan drastic dan sumber-sumber tersebut akan berusaha untuk mendistribusikan sesuai dengan permintaan dan dalam jumlah yang besar.

9. Rekayasa Pengetahuan

Meliputi penciptaan jasa informasi yang dapat berubah menjadi permainan-permainan, keuangan, software / program, sistem tertentu yang dpat memberikan suatu nilai tambah bagi konsumen ( terutama dalam memberikan pengetahuan).

10. Material-material pintar

Perkembangan yang berupa material-material nano-bio-neuro yang lebih pintar, lebih aman, lebih bersih, dan lebih murah yang dapat diubah bentuknya menjadi berbagai macam produk secara customized untuk memenuhi permintaan setiap industri.

Setelah membaca informasi ini, diharapkan agar perusahaan dapat lebih bijaksana dalam mengambil keputusan mengenai perusahaannya. Namun bagi individu, yang harus dilakukan adalah untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan di masa yang akan datang. Tujuannya adalah agar perusahaan ataupun individu dapat berpartisipasi dan mengambil keuntungan dari perubahaan tersebut ^^.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

10 Industri Utama di Masa yang Datang part 1/2

Setelah membaca buku The Extreme Future karangan James Canton,Ph.D. saya menganggap bahwa terdapat beberapa hal yang ingin saya share / bagikan karena cukup penting. Pada kesempatan kali ini, yang dibagikan adalah mengenai 10 industri di yang akan berkembang di masa yang akan datang.

1. Farmasi / kesehatan.

Manusia menyadari bahwa pada jaman sekarang dan jaman yang akan datang, jumlah penyakit akan semakin berkembang. Hal tersebut menyebabkan umur atau usia manusia akan semakin sedikit. Manusia di masa yang akan datang akan menyadari hal tersebut dan akan berusaha untuk mengembangkan teknologi untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Sekedar informasi, setiap manusia pada umumnya (mayoritas) takut akan penuaan ataupun kematian sehingga manusia akan berusaha untuk menghambat penuaan.
Manusia di masa yang datang akan memiliki usia yang panjang karena keberhasilan dari pengembangan teknologi kesehatan dan farmasi.

2. Energi

Manusia setiap harinya akan mengkonsumsi energi, namun sayangnya energi yang terdapat di dunia tidaklah tak terbatas. Manusia akan berusaha untuk mencari sumber energi lain sebagai pengganti. Oleh karena itu, akan terbuka peluang bagi mereka yang dapat menemukan sumber energi baru.

3. Manufaktur

Setiap negara yang ada di dunia akan berusaha untuk menciptakan cara baru dalam proses pembuatan dan distribusi barang. Produk dari perusahaan lokal semakin lama akan menyasar pasar internasional. Hal tersebut menuntut perusahaan untuk mengembangkan proses distribusi yang sangat efisien, dengan cakupan yang sangat luas, dan sesuai dengan permintaan konsumen.

Hal tersebut ditambah dengan semakin besar dan semakin efisiennya negara China dalam memproduksi suatu barang sehingga negara-negara lain pun aan berlomba-lomba dalam

4. Komunikasi

Di masa yang akan datang, akan terjadi penemuan-penemuan baru di bidang komunikasi, terutama komunikasi yang menggunakan internet sebagai salah satu mediumnya. Hal tersebut menyebabkan manusia mendapatkan kemudahan dalam mengakses informasi ataupun berinteraksi.

5. Transportasi

Perkembangan dalam dunia transportasi ditandai dengan terjadinya peningkatan cara bagi manusia ataupun perusahaan menjadi lebih mobile dalam menggapai pelanggan. Perkembangan dalam industri transportasi, salah satu penyebabnya adalah perkembangan dari industri manufaktur.

Silahkan membaca kelanjutan artikel di sini

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

22 Immutable Law of Marketing by Ries and Trout 1/2

Beberapa waktu lalu saya membaca buku marketing yang berjudul 22 Immutable Law of Marketing karangan Ries and Trout. Buku tersebut berisikan mengenai peraturan-peraturan dalam dunia marketing yang bertujuan agar strategi marketing suatu perusahaan dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Walaupun disebut sebagai peraturan / hukum dalam marketing, tidak semua kondisi dapat diaplikasikan (bahkan mungkin terdapat pengecualian). Namun secara keseluruhan, menurut saya buku ini wajib untuk dibaca ^^

1. The Law of Leadership
Salah satu issue dari marketing adalah untuk menjadikan suatu produk sebagai first mover dalam kategori yang dibuatnya. Brand pertama yang masuk dalam suatu pasar akan lebih dikenal dan diingat daripada brand yang masuk setelahnya. Bahkan, brand tersebut dapat dijadikan sebagai “label” untuk produk-produk lain.

Contoh yang kita kenal adalah Aqua. Di Indonesia, Aqua sudah memberikan label yang kuat untuk kategori produk air minum dalam kemasan (air mineral). Pada umumnya konsumen akan menyebut nama Aqua untuk membeli air minum dalam kemasan, walaupun mungkin yang dibeli adalah produk dari brand lain. Untuk menciptakan brand yang lebih kuat dari Aqua, pengorbanan yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit.

Suatu produk yang dibuat dengan meniru produk lain, biasanya akan memiliki brand yang lebih lemah dan mengalami kesulitan ketika bersaing dengan first mover. Leading brand dari suatu kategori produk biasanya adalah brand yang pertama kali masuk.

Neil Armstrong dikenal sebagai orang yang pertama mendarat di bulan. Siapakah yang kedua?

2. The Law of Category
Apabila produk yang dibuat tidak dapat menjadi yang pertama dalam suatu kategori, buatlah kategori yang baru dimana produk dapat menjadi yang pertama. Apabila ingin meluncurkan suatu produk, terkadang yang menjadi pemikiran adalah, “ Bagaimana produk dapat bersaing dengan kompetitor? Apa benefit lebih yang ditawarkan oleh produk?”. Namun, menurut law of category, yang seharusnya dipikirkan adalah “ Apa kategori yang memungkinkan produk ini menjadi yang pertama?”

Jadilah yang pertama dalam kategori yang Anda buat sendiri. Tujuannya adalah untuk menjadi yang pertama dalam benak konsumen.

3. The Law of The Mind
Marketing merupakan suatu perang dalam memenangkan benak dan pemikiran konsumen. Produk hanya merupakan suatu alat pendukung dari tujuan tersebut. Ketika benak konsumen sudah terbentuk terhadap suatu produk, maka sangatlah sulit untuk mengubahnya.

IBM bukanlah yang pertama dalam masuk ke dalam market mainframe computer, tetapi Remington Rand. Tetapi mengapa nama IBM lebih dikenal? Apakah hukum ini bertentangan dengan hukum pertama?

Law of the mind memodifikasi hukum yang pertama. Hukum ini memberitahukan bahwa lebih baik menjadi yang pertama masuk dalam benak konsumen daripada menjadi yang pertama masuk ke pasar.

4. The Law of Perception

Banyak yang berpikir bahwa produk yang baik pada akhirnya akan unggul dalam suatu pasar. Namun pola pikir tersebut sebaiknya dimodifikasi. Dalam marketing, sebenarnya yang terjadi adalah perang dari segi persepsi.

Segala sesuatu yang ada bersifat relatif dan subjektif. Penilaian baik atau buruk terhadap sesuatu selalu bersifat subjektif. Maka dalam marketing dikenal istilah customer value yang terdiri dari perceived benefit dan perceived risk. Yang perlu digaris bawahi adalah kata perceived. Konsumen selalu melihat dari sudut pandangnya sendiri. Ia melihat apa yang ia lihat, mendengar apa yang ingin ia dengar dan mempercayai apa yang ingin ia percayai.

Kita sendiri telah melihat banyak bukti bahwa produk yang lebih baik tidak dapat mengalahkan produk lainnya karena ia kalah dari segi persepsi. Maka, menangkanlah persepsi konsumen Anda.

5. The Law of Focus
Suatu perusahaan akan menjadi sangat berhasil apabila dapat menancapkan suatu image tertentu dalam benak konsumen atas suatu brand. Image tersebut dapat berasal dari value ataupun benefit yang ditawarkan oleh suatu produk. Image tersebut sebaiknya simple, terdiri dari 1 kata dan benefit oriented.

Ide atau pemikiran dalam proses pembuatan brand dan produk sangatlah kompleks, namun keseluruhan ide tersebut tidak dapat ditangkap dengan baik oleh konsumen. The law of focus memberitahukan agar ide- ide tersebut sebaiknya diringkas dan dipadatkan menjadi 1 kata untuk ditancapkan ke dalam benak konsumen sehingga ketika konsumen mengingat brand tersebut, konsumen dapat mengingatnya dengan jelas.

Contoh : Pepsi-cola identik dengan kata “youth” dan Volvo identik dengan kata “safety”

6. The Law of Exclusivity
Apabila terdapat suatu perusahaan A yang telah dengan kuat menancapkan posisinya di benak konsumen, maka sangatlah sulit bagi perusahaan lain untuk menancapkan posisi yang sama. Semakin banyak perusahaan yang mencoba, maka konsumen akan semakin merasa bahwa posisi / benefit / word tersebut sangatlah penting. Dan yang terjadi adalah perusahaan lain seakan-akan mendukung perusahaan A karena A – lah yang pertama masuk di benak konsumen.

Banyak perusahaan yang gagal karena melanggar hukum ini. Alasannya adalah pemikiran konsumen akan suatu brand sangat sulit diganti dengan brand lain.

Dalam benak konsumen, McDonald sudah identik dengan kata fast / cepat. Berdasarkan market study, kita mengetahui bahwa komponen yang paling penting untuk rumah makan cepat saji adalah fast / cepat. Coba Anda bayangkan, berapakah cost yang harus dikeluarkan untuk menggeser McDonald dengan nama perusahaan lain sehingga kata fast/cepat menjadi milik perusahaan tersebut?


7. The Law of the Ladder
Produk dari suatu brand akan sangat berbeda dengan produk dari brand lainnya. Tidak ada satupun produk yang diciptakan identik dengan produk lain. Maka dari itu, di benak konsumen akan terdapat ladder / tangga yang mengurutkan brand tertentu pada setiap kategori.

Pertanyaan berikutnya adalah berapakah maksimum tingkatan yang diingat oleh konsumen? Menurut Dr. George A. Miller (psychologist dari Harvard), manusia pada umumnya mengalami kesulitan untuk mengingat lebih dari 7 item / hal dalam suatu waktu. Maka dari itu, angka 7 sangatlah umum digunakan, misalnya 7 keajaiban, nomor telepon (7 digit),dll.

Banyak brand yang mengaku bahwa mereka adalah yang terbaik. Namun kenyataannya, mereka bukan yang pertama dalam benak konsumen dan mereka telah melanggar the law of the ladder. Apabila suatu brand berada dalam posisi ke 2 atau ke 3, yang sebaiknya dilakukan adalah mengakui posisi tersebut dan menghubungkan posisi tersebut pada strategi marketingnya.

Apakah Anda pernah mendengar slogan yang berbunyi ,” Kami bukanlah yang pertama, tapi kami memberikan service yang lebih baik.” atau .” Kami akan menjadi no 1.” Demikianlah beberapa strategi yang dapat digunakan.

8. Law of Duality
Telah disebutkan dalam hukum- hukum sebelumnya bahwa marketing adalah peperangan dalam memperebutkan benak konsumen. Dan dalam benak konsumen tersebut terdapat urutan-urutan terhadap brand pada setiap kategori produk. Dalam hukum ke 8 ini, diberitahukan bahwa pada akhirnya marketing merupakan peperangan antar 2 perusahaan besar. Dan hal tersebut terjadi pada saat long run ( jangka waktu panjang) dengan waktu yang bervariasi antar industri.

Pada permulaan, konsumen akan memilih produk dari suatu brand yang “terlihat” memiliki kualitas yang baik dan menarik. Alasannya adalah karna mereka tidak mengetahui mengenai rank / urutan dari brand tersebut. Yang dipilih pada saat itu, lebih banyak menggunakan pertimbangan berdasarkan rasional/ logika. Biasanya yang terpilih adalah brand yang memiliki urutan ke 3 atau ke 4 di pasar. Hal tersebutlah yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan dari brand urutan ke 3, ke 4 dan seterusnya.

Namun setelah beberapa lama, konsumen mulai ter-edukasi dan mengerti mengenai brand yang baik / brand yang memiliki posisi yang tinggi. Mereka kemudian akan berpikir bahwa brand yang memiliki urutan pertama atau kedua akan memiliki kualitas produk (baik barang atau layanan) yang terbaik karena konsumen menginginkan kepuasan yang tertinggi dalam membeli produk. Sehingga konsumen akan beralih ke brand yang memiliki urutan ke 1,2,3 sesuai dengan preferensi dan resources yang dimiliki oleh konsumen. Berdasarkan kejadian tersebut, maka pada akhirnya yang akan berperang adalah brand yang memiliki urutan pertama dan kedua.


9. The Law of The Opposite

Hukum ini berlaku sesuai dengan hukum-hukum sebelumnya. Hukum ini ingin memberitahukan bahwa walaupun leader memiliki keuntungan / kekuatan yang lebih besar dari follower/challenger, namun dalam kekuatan tersebut pasti ada celah yang bisa dimanfaatkan. Dalam kekuatan pasti ada kelemahan. Strategi yang baik adalah ketika suatu perusahaan memilih apa yang menjadi kelebihan dan apa yang biasa-biasa saja (atau bahkan dikurangkan).

Dengan demikian, suatu perusahaan dengan brand tertentu harus menganalisa brand - brand yang memiliki posisi lebih tinggi (baik kelebihan ataupun kekurangannya). Yang dilakukan setelahnya adalah bukan untuk memberikan performa yang lebih baik. Analoginya, Anda tidak dapat mengalahkan McDonald’s dalam hal kecepatan. Namun, yang harus dilakukan adalah memberikan value yang lain. Burger King tidak menantang / menyerang McDonald’s dalam hal kecepatan, namun dalam hal burgernya, yaitu whooper yang mengalahkan Big Mac. Dan pada saat itu lah perusahaan penantang dapat membalikkan keadaan.


10. The Law of Division

Kehidupan manusia lama kelamaan akan menjadi semakin kompleks dan bervariasi. Oleh Alat pemenuhan kebutuhan akan terus mengikuti perkembangan manusia karena bisnis/produk yang diciptakan berusaha untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Konsumen dalam pemilihan suatu produk, cenderung untuk memilih produk yang customized / disesuaikan dengan pribadi dan kebutuhan individu konsumen. Hal tersebut menyebabkan produk menjadi terbagi-bagi menjadi divisi-divisi (kategori) yang lebih kecil sesuai dengan waktu.

Klasifikasi jenis lagu kini mulai berkembang menjadi berbagai variasi genre, misalnya classic, jazz, R&B, rythym, new age, pop, rock, instrumental, dan sebagainya. Bahkan negara pun pada akhirnya akan terbagi menjadi divisi-divisi yang lebih banyak, contohnya Indonesia yang memiliki jumlah propinsi, desa,RT,RW yang semakin bertambah. Dan masing-masing kategori tersebut memiliki leadernya masing-masing (jarang yang merangkap), misalnya Michael Jackson yang dijuluki King of Pop tidak bisa (sulit) menjadi leader music classic,dsb.

Hukum tersebut menjelaskan bahwa kategori akan terus terbagi seperti amoeba. Di sini, segmentasi memegang peranan penting dalam bisnis. Suatu perusahaan harus dapat menjadi yang pertama dalam benak konsumen dalam suatu kategori ( The Law of Mind). Dengan demikian, peluang perusahaan tersebut menjadi market leader menjadi lebih tinggi.

11. The Law of Perspective

Marketing effects take place over an extended period of time

Marketing fenomena terjadi dimana short term effect dari kegiatan marketing suatu perusahaan sering berbeda dengan long term effect dari kegiatan marketing yang sama.

Misalnya, suatu perusahaan yang memberikan diskon, kupon,dll kepada konsumen biasanya akan mendapatkan penjualan yang tinggi dalam jangka pendek. Namun, sudah banyak bukti yang menunjukkan bahwa pada long term-nya (jangka panjang), konsumen akan menghindari perusahaan-perusahaan yang memberikan diskon-diskon tersebut. Pada akhirnya yang terjadi adalah penurunan penjualan dalam jangka panjang (long term).

Konsumen yang telah termanjakan oleh diskon dari suatu perusahaan, akan menolak untuk membeli produk dari perusahaan tersebut dengan harga normal (regular price) dan mereka akan berkata bahwa harga yang diberikan terlalu tinggi. Promosi berupa diskon, kupon,dsb akan mengedukasi konsumen untuk membeli hanya pada saat diskon saja. Diskon, kupon,dsb diumpamakan seperti narkoba bagi perusahaan. Diskon dapat member kepuasaan dalam bentuk tingginya penjualan, namun ketika perusahaan memberhentikan diskon, maka perusahaan tersebut akan menderita kerugian. Pada akhirnya perusahaan akan takut untuklepas dari narkoba (diskon,dll) tersebut.

Dari hukum ini, dapat diambil pelajaran bahwa ketika membuat kegiatan marketing tertentu, lihatlah kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi dalam jangka panjang. Jangan berfokus pada keuntungan jangka pendek semata.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

Understanding Business

Pada jaman sekarang banyak orang yang berusaha untuk membuat bisnis nya sendiri dengan berbagai cara. Sebagian orang mendirikan bisnis konvensional, sebagian lagi berusaha membangun bisnis network, bisnis online dan bisnis dengan bentuk lainnya. Namun demikian, walaupun memiliki wujud dan cara yang berbeda, tujuan yang ingin dicapai sama, yaitu ingin medapatkan keuntungan (profit).


Bisnis pada dasarnya merupakan pertukaran value dari produsen kepada konsumen (B2C) ataupun dari produsen ke produsen lainnya (B2B). Seseorang yang membuat bisnis atau usaha pasti akan mencoba untuk menawarkan produk ( baik berupa barang maupun layanan) kepada customer.

Ketika ingin membeli suatu barang, customer akan menimbang dalam benaknya, apakah barang tersebut memiliki nilai yang tertinggi (dibanding barang lainnya). Mengapa demikian? Jawabanya adalah karna customer ingin mendapatkan kepuasan setinggi-tingginya engan budget/ uang yang dimilikinya. Jadi, sebenarnya yang di beli oleh customer bukanlah barang/layanan, melainkan value / nilai (biasa dikenal dengan customer value) yang terkandung dalam barang tersebut.

Sebelumnya ditulis bahwa yang terjadi adalah pertukaran value dalam suatu bisnis. Value apa yang didapat oleh pembuat bisnis (produsen) dari customer? Salah satu nilai yang konkret diberikan oleh customer adalah profit. Value lainnya yang diberikan adala kepercayaan, loyalty dari customer dan lain-lain.

Jadi, sebagai pebisnis yang harus dilakukan adalah meningkatkan value untuk customer. Value tersebutlah yang dapat didulang menjadi profit. Bisnis adalah relasi antara produsen dengan customernya. Maka, berikanlah value yang terbaik kepada customer Anda apapun bentuk bisnis yang Anda lakukan.

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...

About this Blog

This Blog is for sharing knowledge about business for everyone and anyone . I'm not an expert who knows a lot about business, but i LOVE to read a lot of books and share my knowledge to every one.

Each of our post is made by me and a lot of writers. We won't copy a posts form another resources. If we use another sources as a reference, we will gladly put their link in our post.

I personally hope that our blog will help readers to increase their knowledge.

Comment this post if you want to request a topic for our next post (and please subscribe so you know about your request's status)

Silahkan lihat artikel bisnis lainnya di Business Article List


Read more...